Berhasil Akses KUR, Pelatihan Smart Farming Petani Milenial Sukses Dilaksanakan BPPSDMP

banner 120x600

TAPIN-KALSEL, JKM | Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui salah satu Unit Pelaksana Teknis andalannya  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang berhasil menyelenggarakan Pelatihan Smart Farming Bagi Petani Milenial Angkatan III (Program Readsi Tahun 2022). 

Hal ini terlihat,setelah serangkaian materi yang diberikan selama pelatihan, peserta telah mampu merakit rangkaian mikrokontroller dan mencobanya  dalam sebuah simulasi, serta membuat Proposal Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bahkan sudah ada peserta yang mampu mengakses KUR dengan tujuan mengembangkan Usaha Taninya. 

Adapun,Pelatihan ini telah dilaksanakan mulai tanggal 30 Maret 2022 dan ditutup pada Selasa, (05/04/2022). 

Rangkaian kegiatan pelatihan dipusatkan di Kampus BBPP Binuang, serta diadakan kegiatan Kunjungan Lapang ke  Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak  di Kabupaten Tanah Laut dan SMKPP Banjarbaru. 

Peserta Pelatihan berjumlah 30 orang berasal dari Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat yang  merupakan wilayah sasaran program READSI .

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati saat membacakan laporan penutupan pelatihan

“Seluruh peserta bersedia mengakses KUR yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan dan untuk mempermudah mengakses KUR, kita hadirkan praktisi dari Bank Kalbar serta peserta dari Kabupaten Sambas telah mengakses KUR,”paparnya

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan fasilitator yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Terimakasih kepada seluruh narasumber dan fasilitator yang telah berbagi ilmu dalam pelatihan ini,”pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian modern dengan teknologi smart farming, akan membantu pencapaian tujuan pembangunan pertanian. 

“Tujuan pembangunan pertanian yaitu mendongkrak produktivitas, kualitas, dan efisiensi pertanian,” ujarnya. 

Ia juga mengatakan bahwa yang mendongkrak produktivitas adalah insan pertanian yaitu penyuluh pertanian  dan petani serta  stakeholder pertanian lainnya. “Dalam kondisi perubahan iklim dan kondisi kita yang masih dihantam pandemi Covid-19, produktivitas dan produksi pertanian tidak boleh berkurang. Sebaliknya, harus terus meningkat,” kata Dedi. 

Karena itu, implementasi smart farming dan digitalisasi pertanian menggunakan Internet of Things (IoT) harus segera dilaksanakan guna meningkatkan agenda intelektual seluruh stakeholder pertanian. 

“Smart farming memungkinkan petani memiliki kontrol yang lebih baik terhadap proses produksi, melalui pengelolaan pertanaman dan ternak yang baik dan efisien,” ucap Dedi. 

Ia melanjutkan, smart farming adalah pemanfaatan produk bioteknologi, antara lainnya di dalamnya ada pemupukan berimbang, penggunaan varietas yang berproduksi tinggi, mekanisasi pertanian, dan pemanfaatan IoT. 

“Dengan pemupukan berimbang, kita bisa mengurai polemik harga pupuk kimia yang harganya naik  dengan mensubstitusinya dengan penggunaan pupuk organik yang meningkat sehingga produksi lebih tinggi. Penerapan teknologi IoT merupakan terobosan yang dapat menjadikan produksi pertanian lebih efisien dan berkelanjutan,” tuturnya. 

Pelatihan smart farming bagi Petani Milenial penting sebagai salah satu upaya mencetak pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian yang unggul dan adaptif, menguasai dan menerapkan teknologi dalam usaha tani. 

Pengembangan smart farming bagi Petani Milenial dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan pendampingan pasca pelatihan, untuk memastikan implementasi oleh peserta pelatihan dan tercapainya tujuan utama dalam menghasilkan usaha agribisnis modern berbasis smart farming. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, penerapan Smart Farming untuk menghadapi tantangan perubahan iklim tidak bisa dilakukan dengan cara-cara klasik.

“Metode yang lebih modern salah satunya smart farming, karena perkembangan kedepannya yang membuat lahan semakin sempit, jumlah penduduk semakin besar dan lainnya mengharuskan penggunaan teknologi yang smart”, tutup SYL

(Adi/Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan