MEMPAWAH – KALBAR, JKM | Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Kembali Sukses Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian.
Hal tersebut terlihat melalui pelatihan pertanian yang bertajuk, “Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Wilayah READSI Kabupaten Sambas” serta “Pelatihan Diversivikasi Olahan Jagung Bagi Peningkatan Usaha dan Status Gizi RTP Petani Wilayah Readsi Kabupaten Sanggau”.
Kegiatan dimotori oleh program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI).
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan, Leli Nuryati menjelaskan, “Tujuan dari pelatihan Kewirausahaan Bagi Petani Wilayah READSI, adalah meningkatkan kapasitas petani sasaran program READSI dalam pengembangan dan pengelolaan usahatani secara profesional, mendorong penumbuhkembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB), penyerapan akses KUR bagi pengembangan usahatani berbasiskawasan,” ucap Leli.
Pelatihan ini diselenggarakan selama 7 hari yang dimulai pada tanggal 20 hingga 26 April 2022.
Giat dipusatkan di Balai Diklat Anjungan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat yang diikuti sebanyak 60 orang peserta.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan, kegiatan Pelatihan program READSI yang dilaksanakan yaitu Pelatihan Diversifikasi Olahan Jagung Bagi Peningkatan Usaha dan Status Gizi RTP dan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Petani Wilayah READSI.
“Peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal dan pengembangan pertanian modern menjadi agenda-agenda penting dalam program pengembangan kapasitas SDM pertanian” ungkap Dedi pada Rabu, (20/04/2022).
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menganalogikan pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern mengikuti pola piramida terbalik. Menurutnya, gerakan pembangunan pertanian seperti pola piramida terbalik. Petani dan penyuluh di posisi teratas, BUMN dan pihak swasta di tengah, dan terbawah adalah pemerintah, yang menggambarkan kontribusi dan porsinya paling sedikit.
“Bukan lagi zamannya petani bekerja dan berusaha tani sendiri-sendiri, harus berjamaah diawali dari kelompok-kelompok tani untuk membentuk korporasi petani dan saham korporasi dari petani,” katanya.
Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati,M.Si dalam kesempatan itu menyampaikan, “Kami akan terus bekerja secara maksimal untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian” ucapnya. (Adi/Irfan)













