Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian Wilayah READSI, Dinas TPH Kalbar Selenggarakan Pelatihan

banner 120x600

JKM. COM, KALBAR – Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) adalah program yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian. Tujuan jangka panjang program READSI adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga tani miskin di wilayah sasaran program.

Salah satu wilayah sasaran program ini berada di Provinsi Kalimantan Barat tepatnya berada di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau.

Kegiatan yang dilakukan READSI yaitu dengan upaya meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian selaku petugas pendamping, melalui kegiatan pelatihan.

Berkenaan dengan hal tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Pelatihan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian.

Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 13 -19 Juni 2022 dengan mengambil tempat di Hotel Transera Pontianak.

Pelatihan diikuti oleh 40 orang Penyuluh Pertanian Pendamping Program READSI yang terbagi dalam 2 (dua) angkatan yaitu Angkatan I sebanyak 20 orang dari Kabupaten Sambas dan Angkatan II sebanyak 20 orang dari Kabupaten Sanggau.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Florentinus Anum, M.Si.

Dalam pelaksanaannya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat menggandeng Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP yang berada di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Adapun, BBPP Binuang memiliki tupoksi menyelenggarakan pelatihan yang memiliki wilayah kerja di 5 (lima) provinsi di Pulau Kalimantan, diantaranya Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah serta Kalimantan Selatan.

Kerjasama ini merupakan kerjasama Ketenagaan berupa bantuan tenaga Fasilitator, dan fasilitator yang ditugaskan dalam kegiatan pelatihan ini adalah Widyaiswara yang membidangi sesuai materi pada pelatihan tersebut yaitu Yusuf Rijayanto, M.A untuk Angkatan I (Kabupaten Sambas) dan Tota Totor Naibaho, SP., M.P. untuk Angkatan II (Kabupaten Sanggau)

Materi-materi yang disampaikan Widyaiswara Binuang tersebut yaitu diantaranya Manajemen Keuangan Rumah Tangga, Menabung dan Kemanfaatannya, Perencanaan dan Pencatatan Keuangan, Analisis Finansial Usahatani dan Penyusunan Proposal Usahatani.

Hal ini selaras dengan visi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), yaitu sebagai Pusat Pembelajaran.

Menteri Pertanian (Kementan) Melalui Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dalam kesempatannya mengatakan pihaknya terus mendorong penyuluh serta petani untuk terus menggelorakan Kostratani

“Fungsi Kostratani ada 5 lima poin. Yaitu sebagai Pusat data dan informasi pertanian, Pusat gerakan pembangunan pertanian, Pusat pembelajaran, Pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring Kemitraan,” ungkap Dedi kemedia ini pada Selasa, (21/06/2022).

Sementara itu, Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati, melalui Widyaiswara, Yusuf Rijayanto menyampaikan bahwa kemampuan teknis pertanian mutlak dikuasai oleh para petani dan keluarganya selaku utama akan tetapi hal tersebut tidaklah cukup dan hal lain yang haruslah dikuasai adalah teknis manajemen dalam hal ini salah satunya adalah mengenai pengelolaan keuangan, mengingat keuangan rumah tangga petani yang relative kecil. 

“Diharapkan melalui pelatihan ini para peserta nantinya dapat mendampingi petani selaku binaannya dalam mengelola usahataninya. Dimulai dengan pengelolaan keuangan rumah tangga, merencanakan, mealokasikan, menggunakan dan mengkontrol dan mengevaluasi penggunaan hingga merancang biaya-biaya usahataninya dan bila diperlukan dapat mengajukan pinjaman dengan menggunakan proposal usaha yang telah disusunnya,” ungkap yusuf.

“Kemampuan-kemampuan tersebut tentunya harus dibarengi dengan niat, tekat dan disiplin yang tinggi,” paparnya.

“Saya berharap peserta pelatihan yang merupakan Penyuluh Pertanian tetap mendorong Kelompok Tani sebagai wadah para petani dalam mengelola usaha taninya,” pungkasnya. (Yusuf/Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan