JKM. COM, KALBAR – Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) adalah program yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan).
Program ini bertujuan untuk memajukan petani di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal. Salah satu wilayah sasaran program READSI adalah Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Berbagai macam bantuan, pendampingan, serta pelatihan telah dicurahkan. Dan kemudian memperoleh hasil yang membanggakan.
Hal ini tercermin dalam wajah Khasihin yang merupakan purnawidya Pelatihan Smart Farming bagi Petani Milenial Angkatan III (Program Readsi Tahun 2022).
Selepas menimba ilmu di kampus Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Khasihin berhasil mengembangkan usaha pertaniannya.
“Kami bersama kumpulan Duta Petani Milenial (DPM) Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat memiliki Komoditas Pertanian berupa Buah Naga, Jambu Kristal, serta Petai,” ungkap Khasihin pada rabu (29/06/2022) lalu.
“Dan saat ini, Alhamdulillah kami mampu merintis hasil pertanian kita untuk di ekspor ke negeri jiran,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ditengah krisis Covid-19 yang melanda perekonomian global, Indonesia mampu ekspor komoditas pertaniannya.
“Ekspor kita naik 15,79 persen dari Rp 390,16 triliun tahun 2019 menjadi Rp 451,77 triliun pada tahun 2020. Jaman orde baru saja tidak bisa seperti itu. Kemudian naik lagi 38,68 persen atau Rp 625,04 triliun tahun 2021,” tutur SYL.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi memaparkan saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.
“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya, sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga berorientasi ekspor,” terang Dedi Nursyamsi.
Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan terpisah, selalu mengingatkan generasi milenial, agar mampu keluar dari zona nyaman serta belajar dari pengalaman, learning by doing.
Penulis: Adi Widiyanto, SP, MP.
Publish: M.I.Karuniawan, S.Kom













