Wamentan RI Hadiri Tanam Perdana Jagung Regeneratif Berbasis Ekonomi Sirkuler Di Sukamara

banner 120x600

JKM.COM, KALTENG – Wamentan RI, Harvick Hasnul Qolbi usai menghadiri penanaman jagung perdana di Lapas Kelas III A Sukamara. Mendorong segenap komponen masyarakat untuk bersinergis dengan UPT  BPPSDMP, BBPP Binuang  untuk wujudkan kedaulatan pangan nasional.

Wamentan RI, Harvick Hasnul Qolbi saat juga menyerahkan bantuan kepada Kakanwil Kalteng, Hendra Ekaputra pada penanaman jagung perdana di Lapas Kelas III A Sukamara .

Kementan melalui BPPSDMP bersinergis dengan Yayasan inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI) Jakarta mengatakan, untuk mempersiapkan warga binaan Kemenhumham RI sebelum kembali ke masyarakat diberikan motivasi, pengetahuan dan skill bertani secara ramah lingkungan berbasis ekonomi sirkuler.

“Tak terkecuali Pengembangan penanaman jagung unggul secara khusus berlokasi di Lapas Kelas III-A Sukamara karena ini bentuk tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara  Kementerian Pertanian RI melalui BPPSDMP  Kemenhumham RI dan Yayasan WAIBI,” kata Ketua Yayasan WAIBI, Ir. Lusia Ismail

Optimalisai lahan dan meningkatkan kecakapan hidup untuk para warga binaan, diharapkan menjadi row model bagi LAPAS di wilayah kerja Kanwil Kemenhumham RI di Kalteng dan Indonesia merupakan kerja bareng  Kementan RI melalui BBPP Binuang sebagai UPT BPPSDMP , Lapas Kelas III-A Sukamara dan Yayasan WAIBI, Jakarta serta sebagai wadah dan tempat pendidikan dan pelatihan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), khusus Lapas Kelas III –A ,Sukamara.

“Kegiatan penanaman jagung perdana  sebagai salah satu komoditas unggulan juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan usaha agribisnis dimulai kemandirian saprodi pupuk organic, kebun bibit mandiri, Budidaya secara ramah lingkungan berbasis pertanian regeneratif ekonomi sirkuler, dengan dukungan hilirisasi pengembangan industrialisasi pertanian dan agrowisata khususnya di Kabupaten Sukamara,” kata Dr. Hendra, kakanwil Kemenhumham RI.

Dirinya juga menjelaskan, kegiatan penanaman jagung tersebut juga merupakan bentuk keseriusan dalam menyediakan tempat dan wadah pembinaan bagi WBP dan bentuk partisipasi dalam mensukseskan program dan kebijakan pemerintah, program ketahanan pangan yang berdaulat dan pengembangan pertanian ramah lingkungan berbasis agribisnis.

Penulis: Budiono, SP., M.M.
Publish: M. I. Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan