Warga Binaan Bapas Amuntai Diusulkan Mendaftar Pendidikan Luar Sekolah

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Dalam mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Itu adalah penggalan dari Pembukaan UUD 1945. Dengan dasar itulah Bapas Amuntai melalui Pos Bapas Amuntai Kanwil Kemenkumham Kalsel mendata para  Warga Binaan Pemasyarakatan putus sekolah Rutan Kelas IIB Rantau yang usul Integrasi untuk kembali menempuh pendidikan luar sekolah (PLS).

Kegiatan diselenggarakan pada Rabu,(27/07/2022) bertempat di Rutan Kelas IIB Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Amuntai Kanwil Kemenkumham Kalsel yang bertugas di Pos Bapas Amuntai di Rantau, Anto mengemukakan, pihaknya berkomitmen agar Warga Binaan Pemasarakatan (WBP) tidak putus pendidikan.

“Bagi mereka (WBP) yang diusulkan penelitian kemasyarakatan integrasi, memang kami tekankan untuk menempuh pendidikan lagi,” ujarnya.

“Latar belakang mereka melakukan tindak kejahatan salah satunya adalah pendidikan yang rendah, dan ada sekitar 11 (sebelas) orang WBP dari Rutan Rantau yang sudah lengkap syaratnya dan nanti akan bersekolah di Pokmas PKBM Lathiiful Khabiir Kabupaten Tapin,” Lanjut pria yang akrab di panggil Mas Anto Ndut ini.

Ketua Pokmas-Lipas PKBM, Lathiiful Khabiir Kabupaten Tapin, Syahdani Apasha mengatakan, dirinya memberikan kesempatan yang lebar bagi WBP agar mampu menempuh pendidikan kembali.

Foto Saat Kegiatan Bapas Amuntai Diusulkan Mendaftar Pendidikan Luar Sekolah

“Kami membuka pintu selebar lebarnya bagi Klien Pemasayarakatan dan Warga Binaan Pemasyarakatan untuk sekolah lagi dan metode kegiatan belajar mengajarnya bisa Online atau tatap muka dengan tutornya datang ke tempat WBP atau klien berada serta Klien PAS nya yang datang ke gedung sekolah PKBM, gratis alias tidak dipungut biaya apapun tinggal niat yang kuat  ingin merubah hidupnya itu saja yang harus ditanamkan sejak dini bagi WBP atau Klien PAS,” katanya.

Sejalan dengan itu, Kepala Bapas Amuntai Kanwil Kemenkumham Kalsel, Suwarso menambahkan Bahwa sebagian dari WBP telah ada yang berhasil menyelesaikan pendidikannya.

“Beberapa Klien Pemasyarakatan yang menjalani integrasi ada yang sudah tamat Paket C, dan ada juga ijazahnya yang dipakai untuk melamar pekerjaan di salah satu perusahaan batubara di Binuang Kabupaten Tapin,” ungkapnya

“Hal itu membuktikan hasil bimbingan Pokmas selama hampir 2 (dua) tahun terakhir ini membuahkan hasil,” tuturnya Suwarso seraya mengakhiri.

Penulis: Anto Setiawan
Publish: M. I. Karuniawan


banner 336x280

Tinggalkan Balasan