Kelembagaan Pertanian Menjadi Keharusan Bagi Petani

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Melaksanakan Pelatihan merupakan salah satu tugas pokok Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

Salah satu pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPP Binuang di Bulan Juli 2022 adalah Pelatihan Dasar Fungsional Bagi Penyuluh Pertanian Ahli yang diselenggarakan mulai tanggal 20 Juli sampai 09 Agustus 2022 yang berpusat di Kawah Candradimuka BBPP Binuang.

Pelatihan ini wajib diikuti oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan secara administrasi kepagawaian merupakan syarat kelengkapan menduduki jabatan dalam tugasnya yang terlebih dalam pelaksanaan tugasnya mereka harus dibekali dengan hal-hal mendasar tentang ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai PPL.  

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian merupakan agen utama dalam transfer of knowledge, bahkan harus mampu dalam transfer of motivation bagi petani. 

“Mengingat peran penting ini, sangat perlu setiap penyuluh untuk terus meng-upgrade wawasan, kapasitas dan kemampuan melalui berbagai pelatihan, seminar, magang dan lainnya sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan dunia pertanian,” katanya. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP Dedi Nursyamsi memperkuat pernyataan tersebut. 

“Petani dan penyuluh merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” tuturnya.

Kepala Balai BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si menyampaikan pentingnya pendampingan dan supervisi dari Penyuluh dilapangan untuk mendampingi Poktan dalam menjalankan kegiatan poktannya dan meningkatkan menjadi skala ekonomi. 

“Penyuluh mempunyai peran vitas dan strategis dalam mendampingi dan supervisi dalam peningkatan Kelas Kemampuan Poktan, peningkatan kemampuan kelas Poktan diarahkan kepada orientasi kelembagaan ekonomi petani sehingga kelas kelompok dapat meningkat,” ujarnya. 

Salah satu materi atau mata diklat yang harus diajarkan yaitu ‘Menumbuhkembangkan Kelembagaan Petani’ yang pada pelaksanaan kali ini disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Binuang Bapak Yusuf Rijayanto, M.A. 

Yusuf Rijayanto, M.A. mengajak untuk Peserta Diklat (PPL) dan Petani Binaannya menyadari dan memahami keadaan/kondisi petani, mereka itu kecil, mereka itu lemah sehingga bersatu dengan membentuk POKTAN itu merupakan keharusan. 

Semangat peserta yang tinggi dalam mengikuti diklat merupakan gambaran semangat peserta dalam melaksanakan tugasnya dalam mewujudkan Kelembagaan Petani yang Maju-Mandiri dan Berdaya Saing.

Penulis: Yusuf Rijayanto, M.A
Publish: M. I. Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan