Waja Sampai Kaputing, Peserta Latdas Penyuluh Pertanian BBPP Binuang Praktik Lapang di Tabalong

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Waja Sampa Kaputing, atau berjuang hingga titik penghabisan. istilah itulah yang menggambarkan kegiatan praktek lapang yang diakukan oleh peserta Pelatihan Dasar (Latdas) Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Dan Terampil. 

Mereka yang telah menimba ilmu di kawah candradimuka Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang ini tampak semangat menggali potensi desa dan merumuskan hasilnya menjadi programa penyuluhan. 

Kegiatan praktik lapang berlangsung selama 5 hari, mulai  01 sampai 05 Agustus ini dilaksanakan di Kecamatan Upau dan Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian itu bisa berkembang baik dengan peran penyuluh. 

“Penyuluh itu pendamping petani, sumber informasi petani. Jadi, jika penyuluh kebanyakan di kota daripada di desa maka rusak ini karena penyuluh harusnya di desa membimbing petani, penyuluh adalah komunikator, penyuluh itu integrator, penyuluh adalah motivator, penyuluh adalah organisator, penyuluh adalah dinamisator. Ini terus saya pantau,” jelas Mentan. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, tugas penyuluh adalah sebagai fasilitator, inovator dan juga sebagai konsultan agribisnis. Karena penyuluh mendorong pembangunan pertanian modern dengan cara cerdas membimbing petani untuk menghasilkan banyak uang, bukan hanya kebutuhan keluarga. 

“Penyuluh yang lengkap yaitu yang mampu melaksanakan tupoksi secara lengkap, sebagai fasilitator harus dapat melakukan terobosan, penyuluh harus mendengar apa yg dikeluhkan petani dan penyuluh adalah penyambung lidah petani,” jelas Dedi Nursyamsi. 

Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si. berharap peserta latdas dapat mengimplementasikan pembelajaran di lapangan.

“Peserta yang berasal dari Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah kami bawa ke Kabupaten Tabalong yang telah cukup maju pertaniannya, agar nantinya mampu menimba ilmu dan menerapkannya di tempat masing-masing,” harapnya.

Penulis: Adi Widiyanto, SP, MP.
Publish: M.I. Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan