JKM.COM, KALSEL – Undang-undang No 16 Tahun 2016 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) mengamanatkan peranan strategis dari Penyuluh Pertanian untuk mewujudkan Sumberdaya Manusia Pertanian yang profesional, kreatif, inovatif, amanah, dan berwawasan global.
Hal ini diperkuat juga dengan PERMENPAN-RB No 35 Tahun 2022 mengenai Pelatihan bagi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian.
Hal itu diamini Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Setelah menempuh pembembelajaran di Kawah Candradimuka Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Peserta Pelatihan Dasar (Latdas) Fungsional bagi Penyuluh Pertanian Ahli dan Terampil diberi ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk dipraktekkan di lapangan.
Kegiatan praktek lapang berlangsung selama 5 hari, yang di mulai pada 01 agustus hingga 05 agustus ini diselenggarakan di Kecamatan Upau dan Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian itu bisa berkembang baik dengan peran penyuluh.
“Penyuluh itu pendamping petani, sumber informasi petani. Jadi, jika penyuluh kebanyakan di kota daripada di desa maka rusak ini karena penyuluh harusnya di desa membimbing petani, penyuluh adalah komunikator, penyuluh itu integrator, penyuluh adalah motivator, penyuluh adalah organisator, penyuluh adalah dinamisator. Ini terus saya pantau,” jelasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, tugas penyuluh adalah sebagai fasilitator, inovator dan juga sebagai konsultan agribisnis. Karena penyuluh mendorong pembangunan pertanian modern dengan cara cerdas dan menghasilkan banyak uang, bukan hanya kebutuhan keluarga.
“Penyuluh yang lengkap yaitu yang mampu melaksanakan tuksi secara lengkap, sebagai fasilitator harus dapat terobosan, penyuluh harus mendengar apa yg dikeluhkan petani dan penyuluh adalah penyambung lidah petani,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati, Melalui Widyaiswara Angga Bayu Saputra saat melepas pelepasan praktek lapang mengatakan telah mempersiapkan agenda praktek lapang.
Peserta pelatihan latdas disini akan melaksanakan simulasi pembuatan programa Desa,Kecamatan, serta Kabupaten,” ungkapnya.
Penulis: Aman Nurrahman Kahfi, M.Sc
Publish: M. I. Karuniawan, S.Kom













