JKM.COM, KAPUAS – Untuk mengetahui sejauhmana tingkat penerapan dan dampak hasil pelatihan yang telah dilaksanakan untuk mendukung program food estate sepanjang tahun 2021 dan 2022, BBPP Binuang sebagai salah satu UPT pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian laksanakan kegiatan evaluasi pasca pelatihan.
Selama tahun 2021 dan 2022 ada beberapa jenis pelatihan baik teknis budidaya maupun manajemen yang telah dilaksanakan oleh BBPP Binuang di lokasi food estate Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau di Provinsi Kalimantan Tengah dengan pembiayaan bersumber dari DIPA BBPP Binuang T.A. 2022.
Dalam kegiatan evaluasi pasca pelatihan di BPP Bataguh, Selasa (13/9/22), Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan, Adi Widiyanto, SP., MP. menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi pasca pelatihan dilakukan untuk mengetahui sejauhmana mana tingkat penerapan materi oleh purnawidya, serta sejauhmana manfaat dan dampak hasil pelatihan terhadap peningkatan produktivitas dan pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh purnawidya di lapangan.
“Penggalian data dan informasi dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden yang merupakan purnawidya pelatihan Produksi Benih Tanaman Padi, Pengelolaan Air dan Persiapan Tanam dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani. Pada kegiatan evaluasi kali ini target sasaran adalah purnawidya pelatihan yang berjumlah 44 orang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan persiapan pelaksanaan kegiatan, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Dr.Ir. Yulia Asni Kurniawati,M.Si. menekankan bahwa hasil pelatihan tidak cukup hanya sampai diterapkan, namun harus dapat memberikan hasil atau dampak yang dapat dilihat dari adanya penumbuhan jejaring dan kemitraan, pengembangan usaha serta peningkatan produktivitas komoditi yang diusahakan.
“Hasil evaluasi akan menjadi bahan masukan untuk perbaikan dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan program pelatihan ke depan,” paparnya.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian. “Itu berati segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP,” ujar Dedi.
Hal ini seperti ditegaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. Tujuannya agar produktivitas tetap meningkat bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani tetap terjaga.
“Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” kata SYL, sapaan Mentan Syahrul di beberapa kesempatan.
Penulis: Adi Widiyanto, SP, MP.
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













