BBPP Binuang Laksanakan Evaluasi Pasca Program Pelatihan

banner 120x600

JKM.COM, KALTENG – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak semua pihak berkontribusi terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan nasional. Menyikapi hal itu BBPP Binuang melaksanakan evaluasi pasca program pelatihan

Untuk itu diperlukan pemetaan potensi unggulan daerah. Hal ini termasuk potensi komoditas lokal.

“Sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Kementan mendukung penuh pendampingan petani food estate.

“Dengan pendampingan ini kita bisa meningkatkan kemampuan petani. Alumni mampu bersinergi dengan penyuluh membangun SDM,” kata Dedi.

BPPSDMP Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, bekerja sama dengan Dinas Pertanian kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Korporasi petani mendukung food estate khususnya wilayah ekstensifikasi tahun 2022 dan pelatihan tematik mendukung food estate berbasis korporasi petani yang diselenggrakan tahun 2021.

Giat ini berpusat di Balai Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Hal ini dilaksanakan dalam rangka penjaminan mutu pelatihan BBPP Binuang melalui Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP).

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati, melalui Widyaiswara Ahli Muda, Soleh Wahyudi mengatakan Hasil dari evaluasi diharapkan memperoleh hasil yang poitif dan bermanfaat, serta dapat menjadi bahan masukan untuk meningkatkan sistem penyelenggaraan pelatihan teknis ke depannya.

“Juga dalam rangka meningkatkan kemampuan petani untuk meningkatkan produksi dan produktifitas usaha pertanian,” ungkap Soleh pada Selasa, (20/09/2022).

“Selain itu bertumbuhnya kelembagaan ekonomi petani juga menjadi fokus pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan,” tambahnya.

Beberapa pelatihan yang dievaluasi diantaranya pelatihan Pengoperasian dan perawatan Alsintan Traktor Roda Dua, Kelembagaan Ekonomi Petani, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan Pemeliharaan Padi Lahan Rawa asang surut.

Selain memotret penerapan materi pelatihan, evaluasi pasca pelatihan kali ini memotret dampak program pelatihan yang sudah dilaksanakan, berupa peningkatan produksi, pendapatan serta komponen lainnya yang menjadi indkator program-program pelatihan memberikan dampak positif dalam rangka mendukung bergulirnya program Food Estate di wilayah kecamatan Kapuas Murung.

Evaluasi Pasca Pelatihan ini dilaksanakan dengan menyebarkan instrumen kepada alumni pelatihan/purnawidya.

Diakui Purwadi selaku koordinator BPP kecamatan Kapuas Murung memang banyak kendala dalam rangka penerapan materi-materi pelatihan, diantaranya pengelolaan air yang hiigga saat ini belum dapat diatasi di beberapa wilayah di kecamatan Kapuas Murung, sehingga menjadi kendala dalam pengelolaan lahan. 

“Dari beberapa hektar lahan ekstentifikasi, saat ini baru dapat tergarap 20% saja, ya karna air ditahun ini sangat sulit dikendalikan, ditambah curah hujan yang cukup tinggi” Jelasnya.

Menurutnya dalam rangka penerapan teknis dan fasilitasi materi pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan diwilayah kapuas murung telah dikawal oleh para penyuluh pertanian. Namun demikian keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh tenaga lapangan, sehingga ada beberapa hal yang belum dapat diatasi, namun sudah dikordinasikan dengan pihak terkait di Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas baik dari sisi teknis maupun kegiatan fasilitasi kegiatan.

Sementara itu dampak positif yang dapat dirasakan selama bergulirnya program Food estate sejak 2 tahun lalu itu adalah meningkatnya aktifitas masyarakat petani dalam rangka mengelola lahan pertaniannya. Peningkatan aktifitas tersebut dibuktikan dengan adanya penambahan luas garapan (lahan ekstensifikasi) yang juga melibatkan aparat TNI AD. 

Dampak lain yang dirasakan adalah perbaikan infrastruktur sepeprti jalan raya, jembatan penghubung, penambahan alat dan mesin pertanian. Perbaikan infrastruktur ini dirasakan oleh masyarakat dapat memotivasi meningkatkan jumlah luasan garapan dan jenis komoditas pertanian, seperti komoditas hortikultura yang cenderung meningkat selain komoditas padi.

Penulis: Soleh Wahyudi,S.ST, M.I.Kom
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan