JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian, Prof, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH. berharap insan muda Pertanian Indonesia ikut membangun sektor pangan nasional yang jauh lebih kuat. Mentan berharap para siswa/mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama membangun bangsa dan negara.
“Kita berharap insan pertanian lebih berkualitas di bidang pertanian dan engineering pertanian. Tentu saja mereka harus mampu mengenergi pertanian di masa yang akan datang,” Ungkap Pria yang akrab disapa komandan ini.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian [BPPSDMP] Kementerian PertanianProf. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr dalam arahannya mengingatkan bahwa Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian yaitu pertanian yang harus maju, harus mandiri, dan harus modern.
“Arah kebijakan tersebut menjadi pedoman untuk bertindak cerdas dan tepat, untuk menghasilkan petani milenial selaku job creator dan job seeker maupun wirausahawan muda pertanian,” kata Dedi Nursyamsi.
Sejak diserahkannya 13 orang siswa SMKN 1 Tapin Selatan untuk melakukan Praktik Kerja Industri di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yang telah dimulai pada tanggal 5 Juli 2022, telah cukup aktif melakukan kegiatan-kegiatan budidaya tanaman pangan dan hortikultura.
Berjalan 2 bulan lebih mereka berada di kampus BBPP Binuang telah mendapatkan berbagai pembekalan melalui kegiatan praktik kerja budidaya beberapa jenis tanaman. Saat ini mereka telah mempelajari budidaya tanaman perkebunan, tanaman pangan dan tanaman hortikultura.
Mereka diberikan pembekalan berupa pengetahuan dan keterampilan melakukan budidaya tanaman kopi, tanaman bawang merah, tanaman jagung manis, cabai dan aneka sayuran.
Kegiatan dimulai dari penyiapan lahan, penyiapan benih, penanaman dan tahap pemeliharaan.
Dengan dibimbing oleh widyaiswara dan didampingi secara kontinyu oleh tenaga lapangan peserta magang praktik kerja industri dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam kondisi yang nyata di lapangan.
“Selama di BBPP Binuang, kami akan menggembleng anak-anak ini dengan langsung melakukan praktik setiap tahapan budidaya tanaman, baik tanaman pangan maupun hortikultura. Sehingga setidaknya mereka akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga nantinya ketika telah lulus dan memasuki dunia kerja,” kata Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si melalui Widyaiswara Ahli Madya, Adi Widiyanto pada Jum’at (23/09).
Program Praktik Kerja Industri atau dengan istilah lainnya adalah magang dilakukan diberbagai instansi pemerintah dan swasta.
Tujuan praktik kerja industri diantaranya adalah mengaktualisasikan model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Antara SMK dan Instiusi Pasangan Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI) yang memadukan secara sistematis dan sistemik program Pendidikan di sekolah (SMK) dan program latihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU/DI).
Siswa peserta akan mengikuti kegiatan Praktik Kerja Industri selama 5 bulan mulai bulan Juli sampai dengan November 2022.
Selama pelaksanaan prakerin, siswa siswi yang bertugas di berbagai instansi berkewajiban untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang telah disepakati. Mematuhi setiap instruksi ditempat kerja, menjaga nama baik lembaga pendidikan (almamater), dunia usaha dan dunia industri, melakukan observasi dan penelitian yang mempunyai tujuan positif. Serta bertanya kepada pihak yang berkompeten apabila kurang paham/ dimengerti.
Penulis, Adi Widiyanto, SP, MP.
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













