JKM.COM, BALI – Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia resmi dibuka oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Dalam sambutannya, SYL mengajak dunia mengimplementasikan teknologi digital dalam sektor pertanian.
“Teknologi dan digitalisasi menjadi jawaban untuk kemajuan sektor pertanian dunia. Indonesia sendiri saat ini mengusung pertanian maju mandiri modern. Karena itu, pada pertemuan global forum ini kita bisa berbagi perspektif tentang upaya kita meningkatkan kapasitas anak muda dan perempuan dalam mengimplementasikan pertanian digital,” ungkapnya.
Para wirausaha muda dapat menjadi pengusaha inovatif melalui perannya sebagai produsen, distributor, pemasar, dan penjual dengan menggunakan teknologi dan model bisnis yang inovatif.
“Pada era Industri 4.0 saat ini, kegiatan pertanian tidak lagi mengandalkan tenaga kerja manual tetapi menggabungkan mekanisasi dengan teknologi digital yang dapat mengkondisikan usaha budi daya pertanian menjadi lebih presisi,” jelasnya
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selaku penanggung jawab kegiatan Global Forum mengungkapkan partisipasi anak muda bisa menjadikan sektor pertanian, termasuk di wilayah pedesaan menjadi lebih produktif dan menarik.
“Kami saat ini berupaya untuk bisa memahami karakteristik kelompok anak muda, termasuk perempuan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, serta mencarikan metode terbaik untuk mengasah bakat mereka dalam Bertani,” jelas Dedi.
Dedi pun menyebutkan pihaknya akan memaksimalkan Global Forum sebagai wadah untuk berbagi kebijakan, program pengembangan, serta strategi dan program dalam transformasi pertanian digital untuk mengakselerasi kewirausahaan muda dan perempuan.
Kegiatan AMM G20 Mengangkat tema “Transformasi Pertanian Digital dalam Percepatan Kewirausahaan Perempuan dan Pemuda.” Dan berpusat di Hotel Intercontinental Jimbaran Bali pada Selasa (27/09) lalu.
Kolaborasi antar insan pertanian adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang. Dengan kolaborasi dan sinergi yang erat maka kita dapat mewujudkan harapan untuk ‘Recover Together, Recover Stronger’.
Penulis: Asri Puspita Wardhani, M.Sc
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom
Rilis Kementan, 27 September 2022
Nomor : 546/R-Kementan/09/2022













