BBPP Binuang Lakukan Penguatan Kelembagaan Posluhdes di Hulu Sungai Tengah

banner 120x600

JKM. COM, KALSEL – Menteri Pertanian (Mentan), Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. mengatakan, mandat dari Perpres Nomor 35/2022 yang harus segera ditindaklanjuti adalah sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Perpres ini merupakan kebijakan dari Presiden Jokowi sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan untuk menguatkan kembali fungsi penyuluhan pertanian, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat sebagai simpul terdepan Penyuluhan,” jelas Mentan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan lahirnya Perpres Nomor 35 Tahun 2022 diharapkan penyuluhan pertanian akan lebih efektif dan semarak lagi.

“Sesuai dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor,” ujar Dedi.

Penguatan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan dan Desa, dilakukan melalui pembentukan, penetapan dan peningkatan kapasitas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Penumbuhan serta Pemberdayaan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes).

Posluhdes merupakan Kelembagaan penyuluhan pada tingkat desa/kelurahan berbentuk pos penyuluhan desa/kelurahan yang  bersifat non struktural.

Posluhdes diharapkan menjadi tempat pertemuan dan koordinasi antara penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha yang berfungsi untuk menyelenggarakan penyuluhan pertanian di desa/ kelurahan yang dibentuk dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha. 

Pembentukan dan penumbuhan Posluhdes bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar penyampaian informasi teknologi kepada petani, agar petani lebih proaktif dalam mencari teknologi dan informasi pertanian secara umum serta merangsang petani, kontak tani dan kelompok tani dalam berkarya dan menemukan teknologi baru yang merupakan hasil karya petani sendiri.

Mengingat hal penting tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022 telah melakukan pembentukan dan penumbuhan Posluhdes dan akan dilanjutkan pembentukan Posluhdes di setiap tahunnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Bertempat di Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Kamis, (6/10), diadakan temu teknis penyuluh pertanian.

Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati,M.Si menunjuk Widyaiswara Ahli Madya, yakni Yusuf Rijayanto,MA. Untuk berkontribusi pada kegiatan Temu Teknis serta mengisi materi Penguatan Kelembagaan Posluhdes.

Dalam penyampaian materinya, Yusuf Rijayanto mengingatkan pentingnya Posluhdes sebagai kelembagaan penyuluhan yang memiliki peran penting di perdesaan. Melalui Posluhdes diharapkan berbagai informasi pertanian yang diperlukan oleh para petani dapat segera didapatkan oleh masyarakat tani misalnya informasi pasar, informasi mengenai harga komoditas.

Begitu pula halnya dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat tani dapat segera teridentifikasi, tersampaikan dan segera dapat diatasi.

Yusuf juga menyampaikan bahwa kelembagaan Posluhdes yang dibangun harus dapat menjalankan fungsinya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  Untuk itu Posluhdes dalam pembentukan dan penumbuhannya harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat desa setempat, Posluhdes harus memiliki visi-misi yang jelasdan dapat diraih. Struktur organisasi yang disusun harus sesuai dengan kebutuhan dan kepengurusnya harus tepat. Dalam penyusunan struktur organisasi harus memiliki tugas dan uraian tugasnya dan penunjukan kepengurusan harus memenuhi persyaratan menduduki jabatannya.

Dikatakan juga selain kepengurusannya yang sesuai satu hal yang dapat dirasakan manfaatnya mengenai keberadaan Posluhdes yaitu program dan rencana kerja. Program dan rencana kerja yang ditetapkan harus merujuk kepada fungsi Posluhdes dan permasalahan masyarakat tani setempat. Hal lain pengurus yang juga merupakan penyuluh swadaya harus memiliki kemampuan metodologi penyuluhan. Posluhdes harus dilengkapi prasarana dan sarana yang memadai sebagai contoh yang harus dimiliki yaitu informasi dalam bentuk buku, brosur,leaflet yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Diakhir penyampaian materi Yusuf Rijayanto berharap nantinya Posluhdes memiliki jaringan komunikasi dengan manfaatkan jaringan internet, sehingga selain kecepatan, jangkauan komunikasi juga hal-hal baru yang dapat mengembangkan usaha tani dapat segera diperoleh dan diterapkan oleh masyarakat tani. Melalui Posluhdes diyakini dapat mewujudkan pertanian yang maju,mandiri serta modern.

Penulis: Yusuf Rijayanto,MA.
Editor: M. Irfan Karuniawan,S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan