JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim pemerintah telah melakukan intervensi optimal untuk stabilitas harga pangan, khususnya harga cabai dan bawang.
Mentan Syahrul mengatakan harga cabai dan bawang masih mengalami kenaikan karena suplai dari daerah produksi berkurang.
“Oleh karena itu, logistik dan sistem supply dan demand harus dikendalikan. Kami akan intervensi dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah, dan yang terpenting adalah Kementerian Perdagangan agar betul-betul mengatur sistem logistiknya,” kata Syahrul dalam keterangan tertulisnya.
Wakil Menteri (Wamen) Pertanian Republik Indonesia (RI) Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapin, Selasa, (25/10).
Beliau menyapa para petani dan meninjau langsung rangkaian penanaman serta panen cabai rawit hiyung yang populer dengan tujuh belas kali lipat kepedasannya itu.
Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Tapin Syamsir Rahman menyatakan, bahwa Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi ke daerahnya tersebut, dengan agenda berkaitan pengendalian inflasi, karena cabai rawit hiyung merupakan salah satu varietas cabai di Indonesia yang hanya tumbuh dan memiliki kualitas sempurna yaitu tujuh belas kali lipat kepedasannya dibanding cabai rawit biasa ketika ditanam di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.
“Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, cabai rawit hiyung ini memiliki tingkat kepedasan tinggi dengan kadar kapsaisin mencapai 94.500 ppm. Selain itu cabai rawit hiyung memiliki keunggulan lain yakni mempunyai daya simpan yang cukup lama bisa tahan hingga 10 sampai 16 hari pada suhu ruangan tertentu,” Ungkap Syamsir.
Cabai rawit hiyung yang mulai dibudidayakan oleh masyarakat Desa Hiyung sejak tahun 1993 an ini, resmi terdaftar pada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI nomor : 09/PLV/2012 tanggal 12 April 2012 sebagai Varietas Lokal dengan nama ‘Cabai Rawit Hiyung’.
Pemerintah Kabupaten Tapin, memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian dan salah satu fokus programnya terhadap cabai rawit hiyung terkait pengembangan varietas lokal satu – satunya di Indonesia yang hanya ada di Bumi Ruhui Rahayu itu
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan petani yang memiliki jiwa wirausaha tinggi yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk pertanian akan bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional.
Sementara, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Yulia Asni Kurniawati turut mendampingi kegiatan Wamen pertanian dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Tapin.
Penulis: Susmawati, SP, MP.
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













