JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak mau main-main dalam menggenjot produktivitas pertanian. Mentan mengatakan bahkan jika perlu dilakukan evaluasi setiap minggu.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mendukung hal itu.
Menurutnya, untuk membangun pertanian maka penyuluh dan petani harus ditingkatkan keterampilan, kemampuan, pengetahuan, dan juga kompetensinya.
BPPSDMP Kementan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan terus berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian.
Selain kompetensi teknis, pengetahuan dan keterampilan non teknis seperti pengelolaan keuangan juga penting dikuasai oleh pelaku pertanian terutama para Penyuluh Pertanian.
Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan di bawah BPPSDMP Kementan, Balai Besar pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang telah melaksanakan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Pertanian Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).
Untuk mengetahui sejauh mana kebermanfaatan, diseminasi dan dampak hasil pelatihan yang telah dilaksanakan tersebut, BBPP Binuang diberikan tugas oleh BPPSDMP Kementan untuk melaksanakan evaluasi pasca pelatihan.
Ada tiga Kabupaten yang menjadi sasaran kegiatan, yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Tapin. Kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan dilaksanakan secara serempak mulai tanggal 26 – 30 Oktober 2022.
Dalam kesempatan lain, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Yulia Asni Kurniawati, menekankan bahwa hasil pelatihan tidak cukup hanya sampai diterapkan, namun harus dapat memberikan hasil atau dampak yang dapat dilihat dari adanya penumbuhan jejaring dan kemitraan, pengembangan usaha serta peningkatan produktivitas komoditi yang diusahakan.
“Hasil evaluasi akan menjadi bahan masukan untuk perbaikan dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan program pelatihan ke depan,” paparnya.
Dalam kegiatan evaluasi pasca pelatihan di Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Enumerator dari BBPP Binuang Adi Widiyanto, SP., MP. (31/10/22) menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi pasca pelatihan dilakukan untuk mengetahui sejauhmana kebermanfaatan, diseminasi dan dampak hasil Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan yang telah dilakukan oleh purnawidya di tingkat lapangan.
“Penggalian data dan informasi dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden yang merupakan purnawidya Pelatihan Literasi Dan Edukasi Keuangan Bagi Penyuluh Pertanian,” ungkapnya.
Pada kegiatan evaluasi kali ini target sasaran adalah purnawidya pelatihan yang berjumlah 40 orang. Dengan rincian Kabupaten Tanah Bumbu 20 responden, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah masing-masing 10 responden.
Penulis: Adi Widiyanto,SP, MP.
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













