Peserta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Lakukan Kunjungan Lapangan

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementan terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan. Pertanian kita harus mandiri dan modern sehingga keluarga petani semakin sejahtera. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan. Terbukti banyak pemuda-pemuda terdidik saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian. Dedi menekankan pertanian membutuhkan peran generasi milenial. Bahkan Dedi mengajak generasi muda untuk menjadi kaya raya dengan menjadi petani yang berjiwa wirausaha professional.

“Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan kotor dan kemiskinan, apalagi ditunjang dengan mekanisasi dan inovasi pertanian yang menjadikan pertanian menjadi lebih modern dan menjanjikan,” ujar Dedi.

Untuk itulah, Peserta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh yang dilaksanakan secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang lakukan kunjungan lapangan ke P4S Patra Mandiri Kabupaten Banjar dan gerai hypermart di QMall Banjarbaru pada Kamis, (24/11).


Kunjungan lapangan ini sebagai salah satu rangkaian pelatihan, juga untuk memberikan bekal kepada para peserta kondisi nyata bagaimana mengelola usaha dan melakukan pemasaran. Di P4S Patra Mandiri peserta dapat belajar bagaimana model korporasi usaha yang sudah dijalankan oleh lembaga tersebut. Sedangkan di pasar modern Hypermart,  peserta dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagaimana prosedur memasarkan produk mereka di gerai tersebut.


Dalam penjelasannya Ketua  P4S Patra Mandiri Miseran menyampaikan bahwa model bisnis yang sudah mereka jalankan adalah melakukan pemasaran satu pintu. Ada kepastian jaminan pemasaran dan harga sehingga setiap anggota tidak mengalami kesulitan dalam pemasaran. 


“Selama ini yang menjadi permasalahan yang umumnya dihadapi oleh petani adalah dalam melakukan pemasaran hasil pertaniannya, dan harga yang diterimanya. Disini kami yang memasarkan hasil pertanian anggota kami dengan harga standar yang berlaku di pasaran.  Hasil produk  diantar langsung  ke tempat pengumpulan disini, nanti kami yang menyalurkan ke tempat yang sudah menjadi jejaring pasar kami baik pasar tradisonal maupun pasar modern/swalayan,” kata Misran dalam penjelasannya.    

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan tersebut menyampaikan kepada peserta agar dapat membentuk jejaring dan kemitraan terutama dalam memasarkan hasil produknya. Jejaring usaha dan kemitraan ini dapat dibentuk sesama petani milenial, dan selanjutnya dikembangkan dengan perusahaan atau pengusaha besar seperti dengan toko modern atau swalayan seperti hypermart.


“Dengan membentuk jejaring dan kemitraan kita dapat memasarkan produk kita lebih mudah dan dengan jangkauan pasar yang lebih luas,” kata Yulia lebih lanjut.


“Dengan kunjungan lapangan ini diharapkan pengetahuan dan wawasan peserta dapat lebih luas dan bisa membentuk jejaring dan kemitraan terutama dalam pemasaran hasil produknya. Dan akhirnya usaha yang dijalankan peserta dapat  lebih berkembang,”pungkasnya.

Penulis: Adi Widiyanto, SP, MP.
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan