JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen jagung varietas JH-37 di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP) Banjarbaru.
Giat pada Jumat, 25 November 2022 tersebut dihadiri oleh segenap UPT Kementerian Pertanian yang ada di Kalimantan Selatan dan unsur forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh kepala dinas pertanian dan tanaman pangan hortikultura kota/kabupaten se-Kalimantan Selatan.
Kehadiran Mentan SYL di Tanah Banua ini didampingi oleh Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen PSP, Dirjen Perkebunan, sejalan dengan tujuan program di Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.
Dalam arahanya, Mentan SYL menyampaikan para jajaran Kementerian Pertanian harus siap berjuang untuk rakyat dan petani di Indonesia.
“Tanamkan di hati kita ini adalah pembela negara, kita ini pejuang rakyat di bidang pertanian karena pertanian merupakan kekuatan potensial dari sebuah bangsa ,” ucapnya.
Mentan SYL optimis pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan ke depannya akan mengalami kemajuan karena selama ini Kalimantan Selatan surplus pangan.
“Jadi bagi Presiden dan pemimpin-pemimpin daerah di Indonesia lainnya tidak perlu ragu, ada Kalimantan Selatan sebagai penyangga pangan,” tambahnya.
Mentan SYL juga berpesan pertanian merupakan kekuatan kita semua, hal ini terbukti saat kondisi krisis pangan dunia saat ini, Indonesia masih tetap survive salah satunya karena sektor pertanian.
“Bela negara jadi pejuang untuk rakyat di Kalimantan Selatan khususnya untuk para petani,” pesannya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi menjelaskan pentingnya menggenjot produksi jagung.
“Jagung termasuk dalam diversifikasi pangan lokal yang bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Nilainya tinggi dan bisa dijadikan berbagai produk olahan. Oleh karena itu, kita mendukung agar petani bisa menggenjot produksi jagung,” katanya.
Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si mengatakan, hasil-hasil dari pelatihan yang telah dilaksanakan oleh BBPP Binuang, Akan makin membuka wawasan terkait panen dan pasca panen jagung.
“Tentu dengan melalui pelatihan yang telah kita laksanaka sangat membantu bagi petani dalam hal penanganan panen dan pasca panen jagung, di mana pada akhirnya para petani akan tahu tentang kapan waktu panen, pengeringan, penyimpanan serta mutu dan standar mutu dari jagung,” jelasnya.













