Kementan Berikan Dukungan Pelatihan Alsintan Dalam Ekstensifikasi Lahan Pengembangan Program Food Estate

banner 120x600

Kapuas Murung- Kalteng, JKM | BBPP Binuang laksanakan pelatihan pengoperasian dan perawatan alsintan traktor roda dua diwilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada Selasa (28/02/2022).

Kalimantan Tengah merupakan salah satu lokasi pengembangan Food Estate. Presiden Joko Widodo menginginkan kawasan food estate sebagai pembentuk ketahanan pangan nasional.

Dukungan Kementerian Pertanian untuk memaksimalkan program Food Estate di Kalimantan Tengah tidak setengah hati. Sejak tahun 2020 lalu, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan telah mengalokasikan sebanyak 844 alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung pelaksanaan Food Estate di Kalimantan Tengah. 

Rincian alokasi bantuan alsintan pra panen tahun 2020 dari Ditjen PSP untuk mendukung Food Estate di Kabupaten Kapuas sebanyak 432 unit alsintan, terdiri dari traktor roda 4 (147 unit), traktor roda 2 (150 unit), rice transplanter (35 unit) dan pompa air (100 unit). Namun jumlah alokasi alsintan yang tersebar di Kabupaten kapuas tersebut dinilai masih sangat kurang mengingat pertambahan target luasan lahan dalam program ekstensifikasi tahun 2022 ini, terutama alat olah tanah.

Dalam rangka menyiapkan dan mendukung program food estate tahun 2022 ini Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Binuang) menyelenggarakan pelatihan operasional dan perawatan alsintan bagi non aparatur. Pelatihan ini bertujuan menyiapkan Sumberdaya manusia terutama para petani operator untuk lebih profesional tidak hanya dalam hal mengoperasikan tetapi juga teknis perawatan alsintan. 

Pelatihan yang diselenggarakan di BPP Kecamatan Kapuas Murung selama 3 hari tersebut diikuti sebanyak 30 orang yang berasal dari 4 kecamatan di kabupaten kapuas yang mendapatkan program ekstensifikasi lahan food estate diantaranya kecamatan kapuas barat, Basarang, Mantangai dan Kapuas murung. 

Disela pembukaan Muhammad Sastera mewakili Kepala Dinas pertanian Kab. Kapuas menyampaikan pelatihan ini sangat tepat dilaksanakan saat ini karena dalam waktu yang bersamaan juga diberikan target untuk menyiapkan lahan yang baru dibuka agar siap tanam dalam waktu dekat.

Pelaksanaan ekstensifikasi lahan pengembangan food estate diwilayah kabupaten kapuas mencapai 15.000 hektar yang tersebar dibeberapa wilayah kecamatan, oleh karena itu menurut sastera juga harus diiringi oleh kemampuan operator untuk mengoperasikan dan juga dalah hal pemeliharaan alsintannnya. 

“ kami ucapkan terimakasih kepada BBPP Binuang yang telah mengalokasikan pelatihan ini diwilayah kapuas, harapan kami pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan petani kami untuk lebih profesional mengoperasikan dan melakukan perawatan alsintan, serta dapat memacu dalam mendukung program food estate dikabupaten Kapuas” pungkasnya

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut difasilitasi oleh pelatih dari BBPP Binuang, dan tenaga operator dan teknisi profesional dari Dinas TPH Propini Kalimantan Selatan. 

“kegiatan selama tiga hari ini mudah-mudahan dapat sama-sama kita optimalkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya mengoperasikan karena itu sangat mudah dipelajari secara mandiri, akan tetapi dalam hal pemeliharaan alatnya ini menjadi tanggung jawab bersama. Dan Insya Allah dalam pelatihan ini kami akan berusaha memaksimalkan waktu yang singkat ini” ujar soleh.

Dalam rangka mengoptimalkan waktu yang ada untuk membekali para peserta praktek langsung dilapangan menjadi metode utama. Sehingga pada saat praktek berlangsung peserta mendapatkan dan merasakan keterampilan dalam mengoperasikan dan juga perawatannya.

“Kami berharap banyak, akan ada pelatihan-pelatihan sejenis lainnya yang dialokasikan Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang di wilayah Kabupaten kapuas, agar kami lebih memiliki SDM yang siap dalam mendukung program nasional ini” harapnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyangkal tudingan Komisi IV DPR  yang menyebut program food estate gagal. Sebeliknya, Syahrul menilai program food estate sudah berjalan dengan semestinya, bahkan sudah menunjukkan hasil yang cukup.

“Jadi ini sebenarnya sangat menguntungkan untuk kita. Kalau secara teknis lahan ini sudah memungkinkan,” ujar Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI.

Penegasan senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi bahwa food estate juga bertujuan meningkatkan produksi pertanian Indonesia.

Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan terpisah menyampaikan, “BBPP Binuang tidak akan pernah berhenti memberi ilmu di bidang pertanian,” pungkasnya.

(Soleh/Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan