Upaya BPPSDMP Genjot Produktivitas Lahan SDM Food Estate

banner 120x600

KAPUAS-KALTENG, JKM | Program Food Estate Kalimantan Tengah terus bergulir hingga saat ini. Sebelumnya, program ini berhasil menaikkan produktivitas lahan, dari sebelumnya 3,14 Ton/Ha. Kini berkat Program Food Estate menjadi 3.59 Ton/Ha.

Tentu ini merupakan sebuah pencapaian positif. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang pun terus berupaya untuk menggenjot produktivitas lahan demi kesejahteraan petani.

Upaya yang dilakukan yaitu dengan Melatih SDM Pertanian serta membangun Demonstrasi Plot (Demplot) di lahan ekstentifikasi.

Adapun pelatihan kali ini bertajuk ‘Pelatihan Tematik Berbasis Korporasi mendukung Food Estate Angkatan VI (Pemeliharaan Padi Lahan Rawa Pasang Surut).

Pelatihan ini diadakan pada tanggal 17 sampai dengan 19 Maret 2022 lalu yang berpusat di BPP Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.

Peserta pada pelatihan ini berjumlah 30 orang yang berasal dari 5 Kecamatan,yaitu Kapuas Murung,Kapuas Barat, Pulau Petak, Dadahup, serta Mantangai.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan terpisah mengatakan, “Kami tidak akan pernah berhenti memberikan ilmu di bidang pertanian,”Paparnya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan, jajarannya siap bekerja maksimal untuk Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut dan Kalteng dengan mengawal dan mendampingi SDM pertanian mendukung korporasi petani.

“Pengembangan pertanian di wilayah lumbung pangan dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada. Pada kawasan pengembangan Food Estate akan dibangun model bisnis korporasi. Pengembangan kawasan ini dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP),” ungkapnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya sangat berkomitmen dalam upaya pengembangan Food Estate. Melalui program lumbung pangan ini, kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dapat dipenuhi.

“Apalagi, yang dikembangkan di area Food Estate adalah multikomoditas. Sehingga, saat panen, semua kebutuhan bisa terpenuhi. Di area ini ada tanaman pangan, seperti padi, hortikultura”,Tutupnya

(Susma/Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan