TAPIN-KALSEL, JKM | Peserta Pelatihan Smart Farming Bagi Petani Milenial Angkatan III (Program Readsi Tahun 2022) berhasil menerapkan Ilmu sistem Pertanian Cerdas.
Hal itu dibuktikan dari serangkaian materi pelatihan, dimana peserta sudah mampu merakit Mikrokontroller IoT (Internet Of Things) serta mengimplementasikannya di Lahan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.
Kegiatan Pelatihan dilaksanakan di BBPP Binuang, pada tanggal 30 Maret Hingga 05 April 2022.
Peserta Pelatihan berjumlah 30 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Sambas serta Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memberikan motivasi kepada petani milenial bahwa, “penerapan smart farming di era Revolusi Industri 4.0 adalah suatu keharusan dan sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian,” jelasnya pada Senin, (04/04/2022)
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi sesaat setelah membuka pelatihan mengatakan, “Pertanian Smart Farming merupakan Pertanian yang dapat meningkatkan efisiensi. Smart Farming merupakan Produk Bio Science & Bio Technology,” ungkapnya.
“Saya berharap, peserta harus betul betus serius dan bekerja keras di bidang Pertanian,” harap Kepala Badan.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pelatihan Kementerian Pertanian, Lely Nuryati saat pembukaan pelatihan ini. Beliau mengatakan, “Kita tidak cukup mengikuti pelatihan di kelas,melainkan harus terjun langsung praktek di lapangan,” Paparnya.
“Readsi sebagai salah satu program yang dimotori oleh IFAD, terpilih menjadi program terbaik,” lanjut lely.
“Pertanian yang modern harus diterapkan dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu kita perlukan peran Petani Milenial untuk mewujudkan Pertanian modern,” Tambahnya.
Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati saat membacakan Laporan Penyelenggaraan Pelatihan mengatakan, “Pelatihan Smart Farming bagi Petani Milenial penting sebagai salah satu upaya mencetak pelaku utama dan pelaku usaha yang unggul, adaptif, menguasai, serta menerapkan teknologi dalam usahatani,” paparnya.
(Kahfi/Irfan)













