MEMPAWAH – KALBAR, JKM | Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus menerus menggenjot kompetensi petani agar makin maju, mandiri, dan modern.
Melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) dengan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Program READSI yang di mulai pada hari Rabu 20 April hingga 26 April 2022.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, salah satu faktor penting dalam penguatan ketahanan pangan dalam negeri adalah peningkatan kapasitas insan pertanian. Sebab, dengan kapasitas yang mumpuni, maka pertanian dapat berkembang dengan baik.
“Produksi dan produktivitas pangan kita harus ditopang oleh kualitas SDM pertanian yang unggul kalau kita ingin mencapai sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern,” kata Mentan SYL.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menutup 5 program pelatihan secara serentak bertajuk ‘Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Program READSI,’ melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (26/4/2022).
Dedy Nursyamsi menuturkan, “Ketersediaan pangan global makin meninpis karena terjadinya kekeringan akibat perubahan iklim,Lahan pertanian kita lebih dari 70% berada di pesisir sehingga dengan adanya perubahan iklim akan adanya intrusi air laut dan akan sangat rentan pada lahan produktif,’ungkap Dedy.
“Climate change juga menyebabkan iklim esktream sperti el nino, kemarau berkepanjangan di mana-mana intensitasnya semakin kuat sehigga dapat mengakibatkan gagal tanam “tambahnya.
“Kita Musti Genjot seluruh produktivitas panga di bumi Indonesia, Kita harus tanam semua komoditas di seluruh tahan air. Itu yang mampu membantu kita didalam kondisi yang sulit ini,”harap Dedy
Lanjutnya, “Saya sangat mengapresiasi pelatihan yang dilakasanakan Pusat Pelatihan Pertanian, oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Balai Diklat Anjungan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat. Pelatihan ini sejalan dengan tujuan kita untuk terus genjot proktivitas dan produksi pertanian,” ungkap dedi.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan, Leli Nuryati menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani sasaran wilayah program READSI.
Target dan sasaran peserta program ini yaitu 30 orang petani wilayah Kabupaten Sanggau dan 30 orang petani wilayah Kabupaten Sambas.
“Jumlah peserta yang mengikuti total peserta sebanyak 60 orang,” katanya.
Dikatakan Leli, hasil capaian pelatihan adalah peserta yang mengakses KUR dan hari ini perlu berbangga dengan disetujuinya pengajuan KUR oleh peserta pelatihan dari Provinsi Kalimantan barat Kabupaten Sanggau yaitu Damianus Deraman sebesar Rp.10.000.000, Iskandar sebesar Rp. 10.000.000, Wira Iswara sebesar Rp. 25.000.000, dan kabupaten sambas Syahrial sebesar Rp. 50.000.000, Diana sebesar Rp. 35.000.000, Febrika sebesar Rp. 50.000.000, Ermawana sebesar Rp. 10.000.000. Hasil pre-screening SLIK dan SIKP dari Bank KalBar terhadap 30 orang peserta Pelatihan Diversifikasi Olahan Jagung Kab Sanggau, 21 orang dinyatakan Lolos, dan sisanya masih dalam proses, sebagaimana terhadap proses SLIK dan SIKP peserta Pelatihan Kewirausahaan dari Kabupaten Sambas.
Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mensupport penuh kegiatan pelatihan ini dengan mendampingi, membimbing dan memotivasi petani yang berhasil mengakses KUR agar mampu memanfaatkan serta mengembangkan usaha tani. (Tota/Irfan)













