JKM. COM, KAPUAS – Padi hibrida punya potensi besar meningkatkan produktivitas karena dihasilkan dari persilangan turunan pertama (F1). Selain itu padi hibrida diharapkan menjadi salah satu solusi peningkatan produksi padi.
Untuk menarik minat agar padi hibrida digunakan oleh petani secara massal sekaligus upaya memperkenalkan petani terhadap padi hibrida tersebut, maka dilakukan dengan cara penanaman Demonstrasi Plot (Demplot)
Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi Food Estate di Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan memanfaatkan lahan yang ada BPP Kapuas Barat demplot penanaman padi hibrida tersebut di laksanakan.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan, bahwa Kementerian Pertanian akan terus mendukung inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi.
Ia pun menyampaikan melalui berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan oleh Kementrian Pertanian terbukti bahwa padi hibrida dapat diandalkan sebagai salah satu terobosan untuk peningkatan produktivitas padi secara nasional.
Sementara itu, di sisi lain kebutuhan akan beras juga meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Namun karena luas lahan pertanian, khususnya sawah semakin berkurang maka peluang peningkatan produksi beras yang paling memungkinkan adalah dengan peningkatan mutu intensifikasi melalui penerapan teknologi budi daya pertanian
Melalui keunggulan sifat heterosis yang terdapat pada turunan pertama (F1), padi hibrida berpotensi menghasilkan minimal 20 persen lebih tinggi dibanding padi inbrida biasa.
“Kami berharap petani serius memanfaatkan demplot perbenihan padi hibrida ini, guna menghasilkan benih padi hibrida secara mandiri, insitu dengan produktivitas lebih tinggi dibanding padi inbrida atau lokal,” kata Dedy pada Senin, (25/05/2022).
Secara terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Yulia Asni Kurniawati mengungkapkan, pihaknya akan mengawal dan mendampingi lebih serius demplot perbenihan padi hibrida Suppadi 89 yang ada di lokasi Food Estate tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mensukseskan kegiatan ini. Tujuan diselenggarakan Demplot Padi Hibrida ini adalah untuk mensosialisasikan dan menyuluhkan kepada para petani dan poktan, termasuk kepada para pejabat dinas terkait, tentang manfaat dan kontribusi peningkatan produksi dari menanam padi hibrida,” ungkapnya.
Lanjut Yulia menyebutkan bahwa keberhasilan dalam budidaya padi hibrida juga dipengaruhi oleh kondisi lahan pertanaman setempat.
“Oleh pemulia, diharapkan pada padi hibrida muncul sifat heterosis yang merupakan sifat keunggulan gen dominan, juga ketahanan terhadap hama dan penyakit. Tentu varietas ini perlu beradaptasi spesifik lokasi, kondisi lingkungan hibrida tentu berbeda beda. Pemetaan daerah kesesuaian padi hibrida ini jadi kunci hasil dari tingkat pengembangan nanti,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Yaya, SP mendukung sepenuhnya kegiatan demplot padi hibrida ini, dimana pengawas benih tanaman, POPT dan penyuluh serta instansi daerah yang terkait akan siap mengawal.
Dirinya juga berharap produsen benih padi hibrida dalam sosialisasi tidak hanya sebatas demplot atau dem-area, tetapi juga pendampingan kepada petani agar tercapai produktivitas yang tinggi.
“Saya selalu menghimbau agar ada pendampingan ke petani sebab memproduksi benih padi hibrida memerlukan teknologi tinggi, pemulianya pun punya standart operasional procedure (SOP) tentang teknologi budidayanya. Petani memerlukan edukasi tentang padi hibrida,” ujarnya. (Susma/Irfan)













