JKM. COM, KALSEL – Upaya Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mencegah dan menangani Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan yang saat ini masih merebak di beberapa wilayah tanah air terus berlanjut.
Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dimilikinya di Kalimantan, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dalam program Widyaiswara Sapa Kostratani (WISATANI) yang kali ini mengambil tema “Pencegahan serta Penanganan PMK”
Kegiatan Wisatani Sesi 102 yang dilaksanakan di Agricultural Operation Room (AOR) BBPP Binuang pada hari Rabu, (08/06/2022).
Dengan menghadirkan narasumber Drh. Catur Budi Jatmiko dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaun Pakan Ternak Pelaihari. Acara dipandu oleh Widyaiswara BBPP Binuang, Budiono, SP., M.M dan didampingi langsung oleh Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si.
Seperti biasa Wisatani dilangsungkan secara daring melalui aplikasi zoom cloud meeting serta youtube live streaming.
Adapun, Kegiatan ini merupakan implementasi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yaitu sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melalui Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan akan terus mengembangkan Kostratani.
“Fungsi BPP Kostratani ada 5 lima poin. Yaitu BPP sebagai Pusat data dan informasi pertanian, Pusat gerakan pembangunan pertanian, Pusat pembelajaran, Pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring Kemitraan,” ungkapnya.
Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si dalam kesempatan membuka kegiatan mengatakan pihaknya menekankan penanganan PMK dengan cara yang mudah.
“Kali ini kita mengedukasi cara pencegahan dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku secara praktis,” ungkapnya. (Adi/Irfan)













