JKM.COM, LAMPUNG – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk selalu meningkatkan Kompetensi para fasilitatornya.
Dalam hal ini yaitu Widyaiswara, Penyuluh Pertanian, Dosen, dan Guru baik yang bekerja di lingkup Kementerian Pertanian maupun Pemerintah Daerah dirasa perlu untuk diluaskan wawasannya.
Untuk itulah diselenggarakannya Trainer of Traine(TOT) dengan materi “Pertanian Ramah Lingkungan”
Kegiatan ini dipusatkan di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, yang diselenggarakan pada tanggal 28 hingga 30 Juni 2022 selama 3 hari.
ToT ini diselenggarakan secara online, melalui aplikasi zoom dan youtube live streaming dan secara offline di Balai Pelatihan Pertanian Lampung.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat membuka ToT menyampaikan, Kondisi Dunia tidak sedang baik-baik saja.
“Climate change dan Covid 19 telah meluluhlantaķan kehidupan kita. Sekarang mari sama-sama kita perbaiki dan berproses membangun pertanian kembali dengan menerapkan pertanian ramah lingkungan,” ujar mentan yang akrab disapa komandan ini
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi saat pembukaan ToT mengatakan dampak perubahan iklim sangat mempengaruhi sektor pertanian.
“Climate change atau perubahan iklim telah mengganggu sektor pertanian kita. Oleh karena itu, diperlukannya konsep teknologi pertanian yang ramah lingkungan, sehingga dapat mengurangi kerugian petani di lapangan dan berkelanjutan,” ungkap Dedi pada Rabu, (29/06/2022).
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan terpisah menyampaikan pentingnya widyaiswara untuk mengikuti ToT ini, dengan harapan kemudian dapat mentransfer ilmunya kepada Penyuluh Pertanian dan petani di lapangan.
Penulis: Adi Widiyanto, SP.,M.P.
Publish: M. I. Karuniawan, S.Kom













