JKM.COM, KALSEL – Bertempat di Aula Dinas Perikanan Kabupaten Tapin, Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas-Lipas) PKBM Lathiiful Khabiir, Bapas Kelas II Amuntai Kanwil Kemenkumham Kalsel dan Dinas Perikanan Kabupaten Tapin mengadakan pembicaraan awal dalam rangka peluang kerjasama untuk pembimbingan klien Pemasyarakatan (klien PAS) pada Selasa, (26/07/2022).
Kegiatan ini sendiri adalah inisiatif dari Pokmas Lipas PKBM Lathiiful Khabiir dan Bapas Kelas II Amuntai Kanwil Kemenkumham Kalsel dan didukung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tapin.
Ketua Pokmas PKBM Lathiiful Khabiir, Syahdani Apasha mengunkapkan pihaknya berupaya untuk membina klien pemasyarakatan agar kelak memiliki modal positif untuk menjalani kehidupan kedepan.
“Kami sebagai lembaga masyarakat sejak tahun 2020 telah ikut membimbing klien PAS dalam bidang kemandirian,dan di tahun 2022 ini kami melakukan bimbingan budidaya ikan dalam kolam terpal (bioflok) dan sudah mengalami dua kali panen ikan lele,dan bimbingan ini nantinya akan terus berkelanjutan agar klien PAS benar-benar paham betul dan diharapkan berhasil hidupnya dari budidaya perikanan ini,” ungkap Syahdan.
“Untuk itu diperlukan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapin baik moril maupun material agar niat yang baik ini dapat berjalan dengan baik seperti yang diharapkan.”Tambahnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tapin yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Ahmad Taufiqurrahman mengatakan dirinya beserta jajaran mendukung kegiatan ini.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang positif ini dan akan menyampaikan pembicaran kepada Kepala Dinas untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Kepala Bapas Amuntai Kanwil Kemenkumham Kalsel,Suwarso ditempat terpisah menambahkan dirinya beserta jajaran akan membekali kliennya dengan keterampilan sebelum akhirnya mereka kembali ke masyarakat.
“Kerjasama dengan semua elemen masyarakat akan terus kami bangun agar klien PAS benar-benar melupakan kisah suramnya dimasa lalu dan dipenuhi semangat menapaki kehidupan dengan bekal dan keahlian yang mumpuni sehingga menjadi manusia seutuhnya akan terwujud adanya dan bukan slogan belaka,” pungkasnya.
Penulis: Anto Setiawan
Publish: M. I. Karuniawan













