JKM.COM, KALSEL – Agroindustri atau pengolahan hasil merupakan kegiatan yang selama ini relatif masih sedikit atau jarang dilakukan oleh para petani hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.
Diantaranya petani sebagai produsen ingin cepat memperoleh pendapatan melalui hasil penjualan, tidak memiliki kemampuan dalam hal penanganan hasil panen (mengolah hasil) baik berupa teknis pengolahan hasil maupun permodalan untuk melakukan pengolahan hasil serta kemampuan melakukan pemasaran hasil olahannya.
Disisi lain sudah diketahui bersama bahwa hasil pertanian memiliki sifat yang berlimpah disaat panen, mudah rusak dan harga yang relative murah.
Menyadari hal tersebut Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang berada di Desa Linuh Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan mengajak atau meminta bantuan untuk mengatasi salah satu produk pertanian berupa ikan lele.
Budidaya Ikan Lele di Desa Linuh merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Ibu-ibu yang tergabung dalam PKK, para anggota Karang Taruna, Kelompok Tani dan masyarakat Desa Linuh lainnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa atau yang biasa disebut Pembangkal Linuh yang bernama Roni yang juga sekaligus sebagai penanggung jawab BUMDES.
Kerjasama yang dilakukan BUMDES Desa Linuh dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yaitu berupa kerjasama kegiatan pelatihan Pengolahan Abon Ikan Lele.
Berdasarkan latar belakang, permasalahan dan tujuan yang ingin diraih melalui kegiatan pelatihan, BBPP Binuang menyusun kurikulum pelatihan guna kelancaran pelaksanaan pelatihan dan guna mewujudkan Agroindustri Pengolahan Abon Ikan Lele yang akan dikelola oleh BUMDES.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 24 s.d 25 Agustus 2022 yang bertempat di laboratorium pengolahan hasil BBPP Binuang.
Materi yang diberikan yakni Perizinan Usaha dan PIRT/ BPOM, Pengemasan dan Pelabelan Produk Pangan, Pengetahuan Produk Abon dan BTP, Pengolahan Abon Ikan Lele dan Pengemasan dan Pelabelan Produk Abon.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa, “Sektor off farm atau pengolahan hasil pertanian disamping dapat meningkatkan nilai tambah, juga nilai jual sehingga pendapatan meningkat,” kata Dedi.
Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati turut berhadir saat pembukaan kegiatan pelatihan serta memfasilitasi dengan menerjunkan Widyaiswara yang kompeten di bidangnya.
Yusuf Rijayanto, salah satu Widyaiswara BBPP Binuang dalam penyampaian materinya mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan Agroindistri yang nantinya akan dikelola secara bersama dalam hal ini adalah BUMDES sangatlah tepat.
“Keberhasilan itu dapat diraih tidak hanya dengan memiliki dan menguasai kemampuan teknis akan tetapi kemampuan non teknis seperti kerjasama, disiplin, tekun, ulet dan pantang menyerah perlu selalu ada dan selalu dikembangkan,” papar Yusuf Selasa, (30/08).
Penulis: Yusuf Rijayanto,MA
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













