JKM.COM, KALSEL – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) terbaik yang dimiliki Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
BBPP Binuang mengemban Tugas dan Fungsi salah satunya adalah melaksanakan Pelatihan. Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh BBPP Binuang dilaksanakan sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang berada di BBPP Binuang dan juga dana yang berasal dari instansi lain dalam hal ini dilakukan melalui Memorandum Of Understanding (MoU) atau kerjasama.
Salah satunya di Bulan Agustus yakni Kerjasama Tenaga Pelatihan dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin.
Kegiatan yang dikerjasamakan yaitu Bimbingan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian Kota Banjarmasin dengan Tema ‘Pengolahan Hasil Sayuran’.
Giat dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2022 Di Aula DKP3 Banjarmasin yang diikuti oleh 20 orang Penyuluh Pertanian Kota Banjarmasin.
Kepala BBPP Binuang Yulia Asni Kurniawati Melalui Widyaiswara Ahli Madya, Yusuf Rijayanto mengatakan Kementerian Pertanian tidak pernah berhenti memberikan edukasi dan bimbingan kepada aparatur khususnya penyuluh pertanian sebagai garda terdepan kegiatan pertanian.
“Pelatihan ini sangatlah tepat sangat relevan berkaitan dengan lokasi dimana Kota Banjarmasin dengan lahan pertanian yang relative sempit sehingga pengembangan pertanian diarahkan kepada pemanfaatan pekarangan dengan budidaya sayuran,” Papar Yusuf pada Rabu (31/08/2022).
“Demikian pula kepadatan penduduk yang relative tinggi merupakan pasar bagi agroindustri. Salah satunya adalah sayuran serta mengingat sifat bahan sayuran yang relative cepat rusak sehingga perlu penanganan,Yakni dengan Pengolahan Hasil Pertanian,” Pungkasnya
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan pihaknya terus mendorong penyuluh agar mampu mendampingi petani lebih cemerlang dan meningkat pendapatannya.
“Penyuluh pertanian diharapkanĀ menumbuhkan dinamika petani secara berkelompok, memberikan pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dan aksebilitas terhadap sumber informasi teknologi, pemasaran, dukungan mengembangkan usaha tani, sehingga petani mau mengubah perilakunya ke arah yang lebih baik,”tutupnya.
Penulis: Yusuf Rijayanto, MA.
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













