Pasca Pelatihan Program Food Estate, BBPP Binuang Siapkan Evaluasi

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) terbaik dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Adapun salah satu tupoksi BBPP Binuang adalah menyelenggarakan pelatihan di bidang pertanian. Rangkaian kegiatan penyelengaraan pelatihan diantaranya yakni Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi dan Bimbingan Lanjutan. 

Berkenaan dengan hal tersebut, BBPP Binuang dalam kurun waktu 2 tahun ini telah berhasil menyelenggarakan dan mengsukseskan Program Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah melalui rangkaian kegiatan Pelatihan. 

Dari hasil pelatihan tersebut, untuk mengukur sejauh mana tingkat kemanfaatan dan dampak yang dihasilkan, BPPSDMP Kementan menyelenggarakan Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP).

Pelatihan yang akan dilakukan EPP terdiri dari pelatihan yang diselenggarakan Tahun 2021 yakni Pelatihan Perencanaan Usaha Agribisnis, Produksi Benih Tanaman Padi, dan Budidaya Padi Lahan Rawa.

Sedangkan pelatihan yang diselenggarakan Tahun 2022 yaitu Pelatihan Pengendalian OPT dengan Konsep PHT, Pemeliharaan Padi Lahan Pasang Surut, Operasional Dan Perawatan Alsintan TR 2, Pengelolaan Lahan, Air Dan Persiapan Tanam dan Pengembagan Kelembagaan Ekonomi Petani. 

Lokasi kegiatan EPP pada pelatihan-pelatihan tersebut dilakukan di lokasi pelatihan saat itu, yaitu lokasinya untuk Kabupaten Kapuas dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tamban Catur, BPP Kapuas Timur, BPP Kapuas Barat, BPP Pulau Petak, BPP Kapuas Murung dan BPP Dadahup.

Sedangkan untuk Kabupaten Pulang Pisau dilaksanakan di BPP Basarang; BPP Bataguh; BPP Jabiren; BPP Kahayan Hilir; BPP Maliku dan BPP Pangkoh. Total responden yang merupakan Purnawidya sebanyak 454 orang.

Kegiatan persiapan Evaluasi Pasca Pelatihan selain hal diatas, juga dilakukan persiapan dengan penyusunan instrumen pengupulan data (kuesioner) untuk masing-masing pelatihan, skenario pengumpulan data (pelaksanaan) dan pembahasan tentang analisa data serta pelaporan hasil kegiatan. 

Tujuan dilaksanakannya EPP ini, Diharapkan dapat Memberikan pencerahan sejauh mana pencapaian tujuan pelatihan, Kemudian menggambarkan tentang kondisi faktor situasional yang menghambat purnawidya menerapkan materi pelatihan, Mendapatkan informasi umpan balik dari lapangan guna penyempurnaan kurikulum pelatihan yang akan datang dan Mendapatkan informasi sebagai bahan Bimbingan Lanjutan (Binjut) kepada Purnawidya.

Kegiatan EPP akan dilaksanakan pada Awal bulan September 2022 dengan enumerator para Widyaiswara dan Staff BBPP Binuang. Melalui persiapan pelaksanaan kegiatan EPP diharapkan nantinya dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang ingin diraih.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian.

Dedi menjelaskan tentang tiga pilar dalam peningkatan SDM pertanian. “Pilar pertama adalah penyuluhan, pilar kedua pelatihan dan pilar yang ketiga adalah Pendidikan dan semua harus berjalan seiring dan seimbang, tiga pilar yang mengemban tugas peningkatan SDM pertanian ini untuk peningkatan produktifitas”, jelasnya.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati, dalam kesempatan Terpisah mengatakan bahwa EPP merupakan Tolak Ukur Kemanfaatan Pelatihan.

“Dalam kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan, Kita mengkur dampak. kami akan all out dalam pendampingan dan penyelenggaraan pelatihan kepada petani dan penyuluh,” paparnya.

Penulis: Yusuf Rijayanto, MA
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan