JKM.COM, KALSEL – Perhatian pemerintah khususnya Kementerian Pertanian terhadap petani dan pertanian dari tahun ke tahun terus meningkat. Menteri Pertanian (Mentan), Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, M.H mengedepankan pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr mengatakan sesungguhnya usahatani itu menguntungkan.
“Pertanian bukan hanya sebagai hobi tapi harus menghasilkan, pertanian harus menguntungkan salah satunya dengan membentuk Kelembagaan Petani” ungkap Dedi.
Melalui Program IPDMIP (Integrated Participatory Development And Management Irrigation Project) yang tujuannya adalah peningkatan produktifitas pertanian di wilayah irigasi.
Salah satu wilayah program tersebut adalah Provinsi Kalimantan Selatan yang tepat berada di 4 Kabupaten yakni Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan turut mendukung hal tersebut melalui kerjasama kegiatan pelatihan.
BBPP Binuang turut andil terhadap Program IPDMIP, melalui ‘Pertemuan Teview Paket Teknologi Komoditas Bernilai Tinggi’
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 14 sampai 16 September 2022 yang di laksanakan di Hotel Fave Banjarbaru.
Dukungan BBPP Binuang yaitu menjadi Narasumber pada kegiatan tersebut. Adapun Narasumber pada kegiatan tersebut terdiri dari Peneliti-peneliti yang berasal Balittra Banjarbaru, BPTP Banjarbaru dan BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan.
Sedangkan dari BBPP Binuang Widyaiswara menjadi Narasumber pada kegiatan tersebut Yusuf Rijayanto, M.A. dan Tota Totor Naibaho, SP. MP.
Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, melalui Widyaiswara Ahli Madya Yusuf Rijayanto, M.A. mengingatkan bahwa tujuan program pemberdayaan masyarakat tani yaitu Better Farming yaitu pengelolaan usahatani yang baik dan benar melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani.
Hal ini seyogiannya sudah dicapai di era tahun 80 – 90, untuk di era ini seharusnya sudah masuk di fase Better Business, perbaikan atau peningkatan pengelolaan pertanian dengan orientasi bisnis dan hal ini dapat dicapai melalui Kelembagaan Petani dan yang terakhir adalah fase Better Living yaitu perbaikan kehidupan petani dan masyarakat petani
Seharusnya, Petani sudah berfikir ke masa depan dengan mengalokasikan Tabungan, Asuransi serta menjaga kelestarian lingkungan pertanian.
Penulis: Yusuf Rijayanto, MA.
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













