JKM.COM, KALTENG – Pemerintah berkomitmen melanjutkan pengembangan food estate. Hal ini sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH. meyakini Program Food Estate di tiga lokasi yakni Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara 100% berhasil.
Pada Food Estate di Kalimantan Tengah. Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan menangani 30.000 hektar tanah, dan ia meyakini panen pangan di sana berhasil.
“Kami merasa tidak gagal karena produktivitasnya yang biasanya dilaporkan 2,6 sampai 3,2 ton hasil pertanian. Sekarang di atas 4 ton per hektar,” lanjutnya.
Penegasan senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dr. Ir Dedi Nursyamsi, M.Agr yang menegaskan bahwa food estate juga bertujuan meningkatkan produksi pertanian Indonesia.
“BPPSDMP mempunyai tugas penting dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian untuk membangun pertanian di Indonesia,” paparnya pada Minggu, (18/09/2022).
Untuk itu, Menindak lanjuti perencanaan kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP) yang sudah dirancang di awal bulan September 2022, pada tahun ini Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan tersebut.
Kegiatan EPP merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan pelatihan, adapun tujuan kegiatan EPP yaitu memberikan gambaran sejauh mana pencapaian tujuan pelatihan, mendapatkan gambaran tentang kondisi faktor situasional yang menghambat purnawidya menerapkan materi pelatihan, Mendapatkan informasi umpan balik dari lapangan guna penyempurnaan kurikulum diklat yang akan datang dan untuk mengetahui dampak hasil pelatihan.
EPP dilakukan pada pelatihan yang mendukung program Food Estate yang diselenggarakan pada tahun 2021 dan 2022. Untuk pelatihan tahun 2021 yaitu Pelatihan Perencanaan Usaha Agribisnis, Produksi Benih Tanaman Padi, dan Budidaya Padi Lahan Rawa.
Sedangkan Sedangkan pelatihan yang diselenggarakan Tahun 2022 yaitu Pelatihan Pengendalian OPT dengan Konsep Pengendalian Hama Terbaru (PHT), Pemeliharaan Padi Lahan Pasang Surut, Operasional dan Perawatan Alsintan TR 2, Pengelolaan Lahan, Air dan Persiapan Tanam serta Pengembagan Kelembagaan Ekonomi Petani.
Lokasi kegiatan EPP pada pelatihan-pelatihan tersebut dilakukan di lokasi pelatihan saat itu, Di Kabupaten Kapuas dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tamban Catur, BPP Kapuas Timur, BPP Kapuas Barat, BPP Pulau Petak, BPP Kapuas Murung dan BPP Dadahup.
Sedangkan untuk Kabupaten Pulang Pisau dilaksanakan di BPP Basarang, BPP Bataguh, BPP Jabiren, BPP Kahayan Hilir, BPP Maliku dan BPP Pangkoh. Total responden yang merupakan Purnawidya kurang lebih sebanyak 454 orang.
Untuk pelaksanaan EPP di Kecamatan Kapuas Timur dilaksanakan di BPP Kapuas Timur. Yang dievaluasi yakni pelatihan Pengembagan Kelembagaan Ekonomi Petani dengan responden (purnawidya) yang secara keseluruhan berasal dari Kecamatan Kapuas Timur yaitu sebanyak 6 orang.
Petugas atau enumerator yaitu Yusuf Rijayanto, M.A. (Widyaiswara BBPP Binuang) dan Rahmadi Suryatama, Amd selaku petugas administrasi.
Pelaksanaan EPP dilakukan selain penggalian data dengan menggunakan kuesioner juga dilakukan dengan interview atau wawancara dan diskusi. Sebelum mengakhiri kegiatan Yusuf Rijayanto, M.A. yang juga sebagai fasilitator Pelatihan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani, memberikan Bimbingan lanjutan (Binjut) khusus terhadap materi-materi yang masih dirasakan kurang dipahami atau belum diterapkan di lapangan.
Terpisah, Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si menekankan bahwa hasil pelatihan tidak cukup hanya sampai diterapkan, namun harus dapat memberikan hasil.
Dari hasil EPP sementara menurut Yusuf Rijayanto, M.A. terlihat bahwa hasil pelatihan yang sudah diikuti oleh purnawidya sudah dilaksanakan dilapangan dan dirasakan manfaatnya khusus dalam pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani.
Diakhir kegiatan para purnawidya berharap bahwa pelatihan-pelatihan seperti ini untuk terus dapat dilaksanakan oleh BBPP Binuang dan mereka juga berharap untuk durasi atau lamanya pelatihan dapat ditambah atau ditingkatkan.
Penulis: Yusuf Rijayanto, MA
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













