JKM.COM, KALTENG – Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengembangkan pemanfaatan varietas lokal sebagai upaya mencapai target Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL).
“Kami sangat yakin akan terwujudnya Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045 nanti, bila semua potensi yang kita miliki dapat kita berdayakan secara optimum,” kata SYL.
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya hayati yang berlimpah atau megabiodiversity. Kekayaan sumber daya genetik (SDG) ini seyogyanya diikuti dengan sistem pendaftaran, pelestarian, pemanfaatan, perlindungan biofisik (konservasi) dan perlindungan hukum SDG yang kuat.
“SDG yang kita miliki bisa menjadi potensi ekonomi baru yang dapat memberikan manfaat sebagai pendapatan masyarakat dengan nilai yang tidak sedikit bila dikelola dengan baik antara pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat. Kementerian Pertanian adalah benteng dari keanekaragaman hayati. Sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang ada di berbagai wilayah Indonesia bisa kita manfaatkan, kembangkan, untuk kemaslahatan, kesejahteraan masyarakat kita” pungkas SYL.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan terpisah menyampaikan, kita harus terus meningkatkan kualitas Pertanian kita. Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian merupakan kunci dari Produktifitas Pertanian.
“BBPP Binuang menjadi pelaksana kegiatan menjaga komitmen untuk mendukung tercapainya SDM pertanian yang berdaya saing, maju, mandiri dan modern,” ungkapnya.
Salah satu wujud nyata dalam pengembangan varietas lokal yang saat ini dilakukan yaitu memberikan dukungan secara penuh melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau yang akan kembali mengembangkan budidaya tanaman padi jenis beras merah.
Giat dilaksanakan di Desa Sakakajang Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah pada Jum’at (16/09/2022).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Slamet Untung Rianto sangat mendukung pengembangan padi jenis beras merah varietas lokal sakakajan.
“Pengembangan padi jenis beras merah ini memang mengalami kesulitan untuk mencari benihnya, karena persediaan benih sempat kehabisan, namun di tahun ini kita kembali melakukan pengembang padi beras merah,” ujarnya.
“Untuk penanaman benih beras merah sebenarnya juga bisa dilaksanakan di desa lain, hanya saja rasa beras yang dihasilkan dari desa lain masih kurang kemungkinan dikarenakan ada perbedaan struktur tanah dan sebagainya,” tambahnya.
Beras merah yang ditanam di Desa Sakakajang itu memiliki cita rasa yang sangat khas. Untuk mendorong pengembangan beras merah di desa tersebut, Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau mengalokasikan paket lengkap sarana produksi berupa benih, pupuk dan sebagainya.
Sementara untuk masalah pemasaran saat ini tidak di permasalahkan sekarang yang pasti produksi ada, pembeli bahkan datang sendiri. Untuk harganya masih berbeda dari beras pada umumnya.
Penulis: Susmawati, SP, MP.
Publish: M. Irfan Karuniawan,S.Kom













