JKM.COM, KALSEL – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan Program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) diharapkan dapat membangun pertanian Indonesia ke arah yang lebih maju, mandiri, dan modern serta mampu eksis di era digital.
Inovasi teknologi bersama Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur menjadi pengungkit yang besar dari efisiensi dan daya saing sektor pertanian.
“Inovasi teknologi tersebut dapat diimplementasikan di lapangan, sehingga diperlukan SDM yang handal, profesional dan berdaya saing terhadap teknologi. Disitulah tugas penyuluh,” tegasnya.
Era industri 4.0 tentunya tidak bisa terhindarkan lagi, bahkan terus bergerak ke era 5.0. Untuk itu diperlukan kesiapan sumberdaya manusia yang dituntut dapat mengelola dan menghadapi disrupsi teknologi ini. Uuntuk itu penyuluh harus mampu mengimbangi era digital tersebut. Lalu apa upaya penyuluh menghadapai era tersebut?
Dalam rangka menjawab pertanyaan tersebut, BBPP Binuang mengangkat tema ‘Eksistensi Penyuluh pertanian di Era Digital’ pada program Widyaiswara Sapa Kostratani (Wisatani) pada sesi 117 rabu yang lalu. Yaitu program yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu.
Narasumber kali ini diisi oleh widyaiswara spesialisasi penyuluhan pertanian Soleh Wahyudi dan di moderatori oleh Budiono. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan wisatani tersebut mencapai 270-an di kanal zoom dan 500-an partisipan di kanal streaming youtube.
Dalam penyampaiannya soleh menyatakan bahwa, penyuluh harus meningkatkan kemampuan diri (upgrade) dari kemampuan dalam Informasi Teknologi (IT) dan penyerapan teknologinya. Jadi mau tidak mau atau suka tidak suka, penyuluh harus masuk ke era 4.0 yang kini sudah menghasilkan teknologi yang lebih efisien dan produktivitas tinggi.
Kepala BBPP Binuang, Melalui Widyaiswara Ahli Muda, Soleh Wahyudi, S.ST, M.I.Kom mengatakan digitalisasi merupakan suatu keniscayaan.
“Mau tidak mau, suka tidak suka digitalisasi harus kita ikuti, pelajari. Ata dengan kata lain Berubah atau punah” ujarnya pada Rabu, (21/09)
Utamanya, informasi dengan memanfaatkan komunikasi digital yaitu dengan mengemas pesan materi penyuluhan. Karena itu, penyuluh harus menguasai akses komunikasi digital dan mengembangkannya kepada petani secara verbal serta visual. Misalnya membuat akun media sosial yang beranggotakan minimal petani binaan penyuluh.
Penulis: Soleh Wahyudi, S.ST, M.I. Kom
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













