JKM.COM, KALSEL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai mewanti-wanti masalah kelangkaan dan lonjakan harga pupuk.
Dirinya menegaskan akan segera menindaklanjuti keluhan para petani terkait pupuk subsidi yang sering hilang. Hal itu membuat petani sulit mendapatkan pupuk subsidi atau kelangkaan pupuk subsidi.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa produksi pupuk Indonesia masih tergantung impor.
“(Harga) pupuk di dunia naik, dan sebentar lagi ini akan menjadi persoalan. Menjelang puncak panen raya, permintaan pupuk akan meningkat seiring dimulainya musim tanam,” ujar Mentan.
Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan mahalnya harga pupuk dan kelangkaan pupuk di beberapa daerah, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) siap berikan solusi.
Hal ini akan diwujudkan dengan mengedukasi dan menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) yang bertajuk ‘Solusi Pupuk Mahal’.
Pelatihan ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 sampai 28 Oktober 2022 yang berpusat di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.
Training Of Trainer kali ini bertujuan untuk melatih Widyaiswara, Penyuluh Pertanian, Guru,dan Dosen serta insan pertanian lainnya di seluruh Indonesia mengenai pupuk organik.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi melalui Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Yulia Asni Kurniawati berharap Widyaiswara, Dosen, Guru, Penyuluh Pertanian dan insan pertanian lainnya mau mendaftar dan mengikuti pelatihan ini. Karena peserta akan dilatih untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan nantinya mampu menerapkan teknologi inovasi yang terbaru untuk mengatasi pupuk yang langka dan mahal, serta selanjutnya dapat mentransfer ilmu dan keterampilan yang didapatkan kepada petani di lapangan.
Penulis: Adi Widiyanto, SP MP.
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













