Hari Karantina Pertanian Tahun 2022, Kementan Dorong Gerakan Tiga Kali Ekspor

banner 120x600

JKM.COM, SURABAYA – “Apresiasi saya yang tinggi terhadap peran dan tugas penting Karantina Pertanian yang telah melakukan pelayanan, menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan dari ancaman hama penyakit hewan dan tumbuhan, serta membantu menggerakkan roda perekonomian dan mengakselerasi ekspor,” ungkap Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH. pada Upacara Hari Karantina Pertanian Tahun 2022.

Adapun Hari Karantina Pertanian (HKP) merupakan momentum tanggal 18 Oktober yang diperingati di setiap tahunnya.

Peringatan ini menjadi penanda waktu ditandatanganinya Undang-undang Karantina Pertanian No 21 tahun 2019.  Peringatan HKP sebagai public awareness tentang karantina pertanian bagi stake holder dan masyarakat umum.

Dalam menyemarakkan HKP,  Program Gerakan Tiga kali lipat ekspor (Gratieks) pun terus digencarkan.

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di Provinsi Jawa Timur mengemban tugas pada area Jawa Timur turut menyemarakkan program ini.

Kepala BBKP Surabaya, Drh. Cicik Sri Sukarsih, MH. Mengatakan Untuk pelaksanaan program Gratieks di wilayah Jawa Timur, BBKP Surabaya telah dan terus melakukan fasilitasi pendampingan pelaksanaan ekspor. Diantaranya melalui program bimbingan teknis ekspor, baik untuk komoditas hewan dan tumbuhan bekerjasama dengan stake holder dan pemerintah setempat. Target peserta adalah petani peternak dan UMKM dengan komoditas unggulan dan emerging. Disamping itu BBKP Surabaya juga menyediakan klinik ekspor, yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk konsultasi mengenai persyaratan ekspor serta untuk memenuhi kelengakapan dokumen persyaratan negara tujuan ekspor. 

“Badan Karantina Pertanian (Barantan) juga merilis Aplikasi IMACE, yang dapat digunakan oleh calon eksportir untuk mengetahui peta komoditas andalan dan emerging serta negara tujuan ekspor sesuai kebutuhan produknya. IMACE dapat di download melalui HP android pada playstore,” ungkap Cicik pada Rabu (19/10).

“Semoga dengan adanya program Gratieks, semakin banyak komoditas baik tumbuhan dan atau hewan, yang dapat di sertifikasi kesehatannya oleh Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya dan di ekspor. Menambah negara tujuan ekspor, dan tentunya menambah devisa negara secara umum serta meningkatkan kesejahteraan petani, peternak dan eksportir asal Jawa Timur,” Harapnya.

Di kesempatan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr melalui Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Dr. Ir  Yulia Asni Kurniawati, M.Si  berkomitmen untuk terus memajukan SDM Pertanian untuk mendukung program Gratieks.

Penulis: Asri Puspita Wardhani, M.Sc
Publish:  M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan