JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong widyaiswara, dosen, dan penyuluh untuk mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, profesional, dan adaptif pada sektor pertanian.
Syahrul menjelaskan widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian merupakan agen utama dalam transfer of knowledge bagi para petani. Selain itu, juga harus mampu memberikan motivasi kepada para petani.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengebangan dan Penyuluhan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Salah satu tugas BBPP Binuang yaitu Pelaksanaan pelatihan teknis di bidang perkebunan. Sebagai UPT yang mengemban Tugas dan fungsi menyelenggarakan pelatihan pertanian sudah barang tentu harus dilengkapi dengan tenaga pelatih yang dalam hal ini adalah Widyaiswara dan juga harus dilengkapi dengan sarana prasarana yang mendukung penyelenggaraan pelatihan.
Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati menegaskan, Widyaiswara selaku tenaga ahli harus memiliki kompetensi yang benar-benar mumpuni sesuai bidang keahlian yang akan diajarkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi Widyaiswara yang hingga sekarang ini dikembangkan oleh BBPP Binuang yaitu melalui kegiatan Kajiwidya.
Manfaat Kajiwidya bagi Widyaiswara antara lain; mengisi kekosongan kemampuan kerja (pengetahuan dan keterampilan) sesuai materi yang dikaji; memiliki bahan untuk penyusunan bahan ajar dan bahan tulisan lainnya dan meningkatkan keyakinan diri sebagai fasilitator dalam pelaksanaan tugasnya. Selain itu juga Kajiwidya diharapkan dapat memberi manfaat bagi lembaga yaitu antara lain memiliki bahan/informasi yang dihasilkan oleh Widyaiswara sebagai bahan publikasi dan meningkatkan kredibilitas lembaga sebagai lembaga Pelatihan. Bagi penyelenggaraan diklat Kajiwidya yang terbagun selanjutnya digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta pelatihan.
Hal tersebut diatas yang mendorong Soleh Wahyudi dan Retno Hermawan selaku Widyaiswara BBPP Binuang untuk mengembangkan Tanaman Vanili.
Giat ini dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2022 yang dipusatkan di Kebun BBPP Binuang
Alasan pemilihan tanaman Vanili yaitu; kesesuaian bidang kekhasan BBPP Binuang yaitu perkebunan, merupakan salah satu program Kementerian Pertanian, mimiliki permintaan dengan harga eksport yang relative tinggi, sesuai dengan kondisi lahan di wilayah kerja BBPP Binuang dan adanya rencana pelatihan komoditas eksport bagi milenial.
Pengembangan Tanaman Vanili sebagai media pembelajaran dengan menggunakan Model penanaman menggunakan planter bag dengan diisi media tanam organik, dengan diberi naungan berupa atap paranet dan dengan system irigasi (penyiraman) tetes.
Model ini juga diharapkan dapat memberikan daya tarik bagi kaum milenial dalam mengembangkan pertanian. Dengan model seperti ini selain mewujudkan pertanian modern juga ingin memperlihatkan bahwa pertanian itu tidak kotor, tidak berpanas-panasan, relative mudah dan mengangkat prestise petani dan pertanian.
Hal lain yang terpenting untuk meraih suksus dalam budidaya Vaneli atau pekerjaan atau bisnis apapun menurut Soleh dan Retno adalah ‘niat, semangat, tekun, disiplin dan pantang menyerah’. dengan hal tersebut diyakini dapat mencapai pertanian maju,mandiri dan modern.
Penulis: Yusuf Rijayanto, MA.
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













