JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatannya mengatakan Sektor pertanian masih menjadi salah satu aspek penting sebagai roda penggerak ekonomi negara kita. Hal ini karena pertanian dan segi produksinya menjadi sektor kedua paling berpengaruh setelah industri pengolahan.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi. Beliau mengungkapkan Sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama utamanya dalam memperbaiki dan mengembangkan pertanian berbasis teknologi. Serta harus sesuai dengan kaidah ekologi dalam jangka panjang.
Dalam kondisi apa pun, pertanian harus bergerak sesuai dengan perkembangan zaman. Adanya alih teknologi pertanian, juga bukan menjadi halangan bagi petani. Justru dengan adanya teknologi di bidang pertanian, membuat petani menjadi lebih mudah untuk bersinergi.
Bertempat di Desa Bungur, Kecamatan Bungur, Kamis, (27/10) dilaksanakan Kunjungan Sekolah Lapang Pertanian Hama Terpadu (SLPHT) Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).
Giat di ikuti oleh seluruh peserta yang ada di Kabupaten Tapin. Dalam kegiatan kunjungan Sekolah Lapang tersebut para peserta juga ditunjukkan tentang bagaimana pembuatan dan aplikasi dari pestisida nabati.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Yulia Asni Kurniawati mengatakan Diadakannya kunjungan sekolah lapang ini merupakan media bagi petani untuk belajar memahami pertanian secara lebih mandiri. Prinsip penyelenggara sekolah lapang adalah belajar dari pengalaman petani dalam melakukan kegiatan budi daya pertanian.
Diharapkan, melalui kunjungan sekolah lapang ini, petani akan lebih memahami hal-hal yang terkait dengan pestisida nabati dan aplikasinya dilapangan. Sedangkan petugas hanya sebagai fasilitator untuk pengarah pada proses pembelajaran. Sehingga dengan diadakan sekolah lapang dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman secara utuh bagi petani.
Abdullah, salah satu peserta perwakilan dari Kelompok Tani Maju Bersama Serawi Tengah Kelurahan Binuang yang turut hadir pada kegiatan tersebut merasa sangat beruntung bisa berhadir pada kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan ini kami para petani menjadi lebih memahami tentang pembuatan, pemanfaatan dan penggunaan pestisida nabati dilapangan, sanagat bermanffat kegiatan ini,” pungkas Abdullah.
Adapun untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran sekolah lapang terdiri dari 30% diskusi materi. Sedangkan 70% materi berupa aplikasi di lapangan. Untuk pelaksanaan praktik di lapangan dalam penanggulangan hama dan penyakit, menggunakan bahan agen hayati yang ramah lingkungan.
Penulis: Susmawati, SP, MP.
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













