JKM.COM, KALSEL – Untuk menunjang keberhasilan di bidang pertanian, penyampaian ilmu dan teknologi di bidang pertanian tidak hanya sebatas pada kegiatan secara teori saja.
Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan penyerapan ilmu dan teknologi tersebut bisa dilakukan melalui kegiatan Demonstrasi secara langsung kepada para petani.
Demonstrasi merupakan suatu metode penyuluhan di lapangan untuk memperlihatkan / membuktikan secara nyata tentang cara dan atau hasil penerapan teknologi pertanian yang telah terbukti menguntungkan bagi petani – nelayan.
Berdasarkan sasaran yang akan dicapai, demonstrasi dibedakan atas demostrasi usahatani perorangan (demplot), demonstrasi usahatani kelompok (demfarm), demonstrasi usahatani gabungan kelompok (dem area).
Demonstrasi secara langsung di lapangan merupakan salah satu metode penyampaian ilmu dan teknologi di bidang pertanian yang dilakukan untuk petani secara langsung yang mana telah dirancang sedemikian rupa melalui pertemuan antara para petani, peneliti dan penyuluh dengan tujuan untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan diharapkan adanya umpan balik dari petani itu sendiri mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam ber usahatani.
Demonstrasi juga merupakan bentuk implementasi dari penyuluhan yang berazaskan demokrasi sebagai gerakan masyarakat di lapangan. Demonstasi juga melibatkan petani, peneliti, penyuluh, Pemerintah dan Pemerintah Daerah secara bersama-sama membangun petani agar penerapan teknologi pertanian juga bisa dilakukan secara maksimal.
Bertempat di Desa Purut Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin, pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 202 dilaksanakan Demonstrasi Lapangan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMP)
Dimana selain kegiatan demonstrasi , kegiatan yang dilakukan juga untuk berbagi pengalaman antar kelompok tani petani yang ikut dalam kegiatan IPDMP.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA sampai pukul 14.00 WITA ini berlangsung santai tetapi serius. Dimana setelah sambutan-sambutan, didalam acara juga diselingi dengan sesi dialog yang memang sangat ditunggu-tunggu oleh para petani untuk menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah serta kendala yang dihadapi para petani, disamping itu juga sebagai ajang untuk transfer ilmu serta teknologi terbaru dari dinas instansi terkait kepada para petani. Pada kesempatan tersebut para peserta yang hadir ditunjukkan tentang bagaimana cara pembuatan dan aplikasi dari pestisida nabati.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, desa akan menjadi baik dan kuat apabila penyuluh pertanian bisa memanfaatkan dan mengadaptasikan teknologi hasil-hasil penelitian.
“Selain itu, pembangunan pertanian perlu melibatkan peran penyuluh sampai di kecamatan. Karena Penyuluh pertanian merupakan inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, jadilah penyuluh pertanian yang hebat, disayangi serta ditunggu oleh semua masyarakat pertanian,” tutur Mentan pada Senin, (31/10).
Lebih lanjut Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, penyuluh adalah otaknya masyarakat di bawah. Penyuluh harus mampu mengelola tata kelola pertanian yang ada di masyarakat. Penyuluh juga harus berperan sebagai pasukan ‘Kopasus’ pertanian.
“Peranan penyuluh baik Penyuluh ASN, PPPK, Petugas Lapangan, Penyuluh Swadaya yang ada pada semua tingkat baik di Konstranas, Kostrawil, Kostrada dan Kostratani berfungsi semacam Event Organizer dalam pelaksanaan Field Day bersama Pemerintah dan Pemerintah Daerah,” jelasnya.
Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa kegiatan demonstrasi secara langsung dilapangan merupakan sarana agar supaya penyerapan ilmu dan teknologi di bidang pertanian bisa maksimal.
“Demonstrasi lapangan berfungsi sebagai penyampaian ilmu dan teknologi secara langsung kepada para petani dilapangan juga sebagai tempat sharing pengalaman antara petani dan petani, penyuluh dan petani serta penyuluh dan penyuluh,” ujar Dedi.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Yulia Asni Kurniawati mengatakan, kegiatan demonstrasi merupakan wadah petani, penyuluh, stakeholder bidang pertanian untuk berbagi pengalaman masing-masing, sehingga menambah khasanah cakrawala petani dan penyuluh.
Penulis: Susmawati, SP, MP
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













