JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja di Provinsi Kalimantan Selatan.
Agenda Mentan SYL juga selama di Tanah Banua yaitu mengisi Kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat, melakukan Panen raya varietas unggul baru JH-37 di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP) Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, hingga turut melakukan Tanam padi serentak di lahan ekstensifikasi Food Estate di Desa A5 Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.
Dikesempatan saat mengisi kuliah umum, Mentan SYL mengajak mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) atau ULM, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global. Menurutnya, pertanian adalah sektor yang paling siap dalam memperkuat ekonomi bangsa dibandingkan dengan sektor lainya.
“Saya selalu bilang pertanian itu adalah kehidupan kita, pertanian itu di depan mata. Modal yang paling siap dalam memperbaiki bangsa dan negara hanya sektor pertanian. Apalagi tanah di Kalsel sangat subur,” ujar SYL Jumat (25/11).
Ditempat yang sama dalam rangka Panen Jagung varietas unggul baru JH-37, Menteri Pertanian ( Mentan ) RI Syahrul Yasin Limpo berharap produktivitas jangung bisa meningkat, bertempat di IP2TP Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Masih menurut Mentan RI Syahrul dengan adanya jagung varietas unggul ini lebih memiliki daya tahan yang adaptif terhadap cuaca maupun hama serta mampu membuat petani semakin meningkatkan produktivitas jagung.
“Tentu saja kita berharap dengan verietas unggul baru ini lebih memiliki daya tahan dan adaptasi dengan cuaca, termasuk daya tahan terhadap hama-hama yang diperkirakan akan muncul di saat -saat pergantian cuaca yang sangat ekstrim saat ini,”ujarnya.
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo juga kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), esok harinya pada Sabtu (26/11/2022).
Kunker Mentan tersebut didampingi Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo dan Dandrem 102/Pjg, Brigjen TNI Yudianto Putrajaya berserta rombongan di kawasan Food Estate Desa Bentuk Jaya (A5) Kecamatan Dadahup, dalam rangka percepatan tanam lahan ekstensifikasi Food Estate.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa lahan yang berada di Dadahup ini memiliki keasaman atau tingkat pH yang sangat rendah sehingga menyebabkan produktivitas padi yang tidak terlalu tinggi.
“Hal ini lagi kita benahi dan agenda ini harus tetap berlanjut, kita tidak bisa melihat hasilnya dalam satu dua tahun ini, tetapi masa depan lah yang harus kita persiapkan untuk ketahanan pangan Indonesia,” ungkap Mentan.
Menurut Yasin Limpo, Mentan RI yang ke-28 itu, lahan yang digunakan ini tidak termasuk dalam lahan rawa gambut yang dilindungi.
“Lahan di sini debit airnya naik turun tergantung cuaca dan itu sangat dinamis sekali. Kita baru belajar satu dua tahun dan hasilnya cukup bagus. Oleh karena itu kita harapkan lahan ini tidak hanya ditanam padi dan jagung saja, tetapi juga kelapa dan buah-buahan lainnya,” kata mantan Gubernur Sulsel itu.
Mentan mengungkapkan bahwa Food Estate ini bukanlah proyek yang memiliki target, tetapi budidaya yang berproses dalam jangka waktu yang lama.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penanaman padi Varietas Inpari 32, yang mana benihnya berasal dari penangkar lokal Kalteng sehingga sudah adaptif agroklimat rawa.
Selain itu dilaksanakan peninjauan infrastruktur di area Kawasan Food Estate.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan, saat ini adalah eranya generasi milenial dalam mengambil peran dan kesempatan.
Menurutnya, kemajuan pertanian harus didukung petani milenial karena milenial memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya concern untuk terus meningkatkan kompetensi petani milenial dengan menyelenggarakan pelatihan dengan sub tema dari hulu hingga hilir.
Penulis: Soleh Wahyudi, S.ST, M.I.Kom
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













