Kajiwidya Budidaya Semut Angkrang Tingkatkan Produktifitas Pertanian

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut, sektor pertanian adalah modal paling besar untuk memperbaiki kehidupan, bahkan mampu menjadi bantalan ekonomi negara saat pandemi Covid-19 melanda. Sektor ini juga tumbuh saat sektor lain melemah akibat goncangan krisis dunia.

“Kita 2,5 tahun diterpa Covid-19, cuaca ekstrem, perang dan ketegangan geopolitik. Hal ini membuat dunia akan sangat bersoal karena kurang lebih 340 juta orang akan kelaparan akut. Jawaban untuk menghadapi tantangan tersebut adalah pertanian. Jadi, apa yang kita lakukan ini adalah perjuangan. Bela negara ini sekecil apa pun usahanya,” paparnya pada Selasa, (29/11).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan kemajuan pertanian harus didukung karena semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian harus terus dilakukan.

Anugrah yang diberikan Sang Pencipta kepada kita umatnya dimuka bumi ini sudah barang tentu tidak dapat kita hitung, namun yang manjadi pertanyaan seberapa besar anugrah tersebut kita bisa manfaatkan. Kehidupan di alam ini satu dengan yang lainnya saling berhubungan bersimbiosis sebagai contoh ikan atau burung memakan anak semut angkrang atau yang dikenal dengan kroto.


Negara kita yang memiliki perairan umum relatif banyak dan masih banyak dihuni oleh ikan-ikan yang manjadi konsumsi bagi kita. Khususnya di Kalimantan Selatan yang banyak dengan rawa dan sungai merupakan salah satu kekayaan alam dengan berbagai manfaatnya dan masih banyak terdapat berbagai ikan.

Untuk mendapatkan ikan tersebut masyarakat di Kalimantan Selatan memanfaatkan kroto sebagai umpan untuk memancing atau mengail ikan-ikan diperairan umum tersebut. Mereka untuk mendapat kroto dengan cara mengambil di alam yaitu di pohon sehingga kegiatannya bisa mengganggu para petani yang membudidayakan pertanian misalnya pada tanaman rambutan, mangga, durian dan sebagainya.


Melihat manfaat kroto serta cara mendapatkan kroto oleh penghobi yang cukup rumit dan merusak lingkungan hal ini  dapat dijadikan peluang usaha.

Budidaya semut angkrang bukanlah hal yang baru, sudah banyak pembudidaya semut angkrang yang berhasil dan sukses dengan penghasilan yang relatiif tinggi.
Hal tersebut yang mendorong Yusuf Rijayanto, M.A salah seorang Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan untuk melakukan Kajiwidya yaitu kegiatan pengkajian terhadap budidaya semut angkrang.

Menurut Yusuf tujuan Kajiwidya adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keyakinan seorang Widyaiswara terhadap suatu ilmu atau teknologi yang akan diajarkannya nanti.


Yusuf merencanakan sasaran hasil Kajiwidya akan disampaikan kepada  Karang Taruna atau pelajar di sekitar BBPP Binuang. Alasan mereka menjadi sasaran pembinaan yaitu secara umum banyak waktu yang kurang produktif yang dilakukan oleh mereka.

Melalui budidaya semut angkrang dengan biaya relative kecil, tingkat kesulitan pemeliharaan semut angkrang yang rendah, penggunaan waktu dalam sehari yang singkat, sarana prasaranya yang mudah serta banyak hal lainnya Yusuf yakin budidaya semut angkrang ini dapat dilakukan oleh mereka sehingga nantinya produktifitas  mereka akan meningkat.

Selain itu Yusuf berharap melalui budidaya semut angkrang menjadikan cikal bakal para kaum muda menjadi wirausaha. Dengan produktifitas yang dimiliki dan dengan tertanamnya jiwa wirausaha nantinya Yusuf merencanakan mengajak mereka untu mengembangkan usahanya dibidang pertanian.


Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati menaruh harapan melalui Kajiwidya ini dapat meningkatkan kaum muda untuk berwirausaha.


Penulis: Yusuf Rijayanto, MA
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan