127 Episode Wisatani Ungkap Keberhasilan Program Food Estate di Kalteng

banner 120x600

JKM.COM, KALTENG – Program Pelatihan secara online yang menjadi salah satu kegiatan rutin dan juga sekaligus salah satu program unggulan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan. Hal ini sejalan dengan tugas yang diamanahkan kepada Binuang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian melalui kegiatan pelatihan. 

Wisatani episode 127 kali ini berbeda dari Wisatani sebelum-sebelumnya, karena kali ini tidak penyampaian suatu materi dari narasumber, akan tetapi menggali dan mengulas hasil pelatihan (offline) yaitu Pelatihan Mendukung Program Food Estate (FE) di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan, pengembangan kawasan Food Estate menjadi salah satu program super prioritas Kementan.

“Tujuan Program food estate yaitu untuk membangun kawasan pertanian terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, serta mendorong sinergitas dengan stakeholders,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Pengembangan pertanian di wilayah food estate dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada.

“Pengembangan kawasan Food Estate ini dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP),” paparnya.

Pada Kegiatan Wisatani 127, yang menjadi narasumber yaitu Kepala BBPP Binuang Yulia Asni Kurniawati,  Widyaiswara BBPP Binuang Yusuf Rijayanto, dan Soleh Wahyudi, dan narasumber dari Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, para Koordinator BPP dan jajarannya pada Rabu, (21/12).

Kegiatan di buka oleh Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati dan dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan dan mengingatkan kembali tentang Program FE yang merupakan program besar pemerintah.

“Program FE merupakan program super prioritas dan pastinya memiliki peran dan manfaat bukan hanya untuk petani dan masyarakat di dua Kabupaten ini akan tetapi menjadi kepentingan nasional. Pulau Kalimantan yang masih memiliki lahan yang sangat luas untuk kegiatan pertanian, merupakan potensi dan asset yang sangat menguntungkan,” ungkapnya.

Dikesempatan berikutnya Yusuf Rijayanto menyampaikan bahwa potensi dan asset yang dimiliki Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau tersebut tergantung dari sumber daya manusia yang ada. Untuk itu BBPP Binuang yang bertanggung jawab dengan pengembangan sumberdayamanusia pertanian menyelenggarakan pelatihan guna mendukung program FE.

“Keberhasilan suatu pelatihan ditentukan oleh tiga komponen yaitu penyelenggara, instansi/lembaga yang membutuhkan dalam hal ini yang menentukan peserta pelatihan dan yang ketiga adalah peserta pelatihan itu sendiri,” papar Yusuf.

Selanjutnya ungkapan para Koordinator mengenai proses pelaksanaan pelatihan dan dampak pelatihan yang mereka rasakan diungkap diantaranya oleh Koordinator BPP Dadahup, Kapuas Murung, Pulau Petak dan BPP Kapuas Timur.

Pada umumnya mereka memiliki kesamaan dalam penerimaan pelatihan dan penerapan serta dampak yang dihasilkan ari pelatihannya, yaitu para purnawidya khususnya dan petani lainnya pada umumnya sudah melakukan penanaman padi dengan menggunakan benih unggul bahkan hibrida, produksi dan produktivitasnya meningkat, indeks pertanaman rata-rata sudah 2 kali bahkan ada diantaranya sampai tiga kali.

Menurut mereka melalui pelatihan melalui program FE yang diselenggarakan oleh BBPP Binuang memberikan dampak yang positif dan mereka berharap hal ini untuk dapat dilanjutkan mengingat harapan yang besar mereka atas keberhasilan program FE. Pada kesempatan tersebut mereka tidak memungkiri bahwa hambatan, kendala selama ini dalam pengelolaan usaha taninya terus ada, yaitu banjir dan hama penyakit yang cukup meresahkan petani.

Untuk itu mereka berharap materi pelatihan di tahun mendatang yaitu mengenai penanganan atau pengendalian hama dan penyakit selain itu pula mereka berharap ada materi selain budidaya padi yaitu cabe merah dan semangka.

Sebelum mengakhiri dalam diskusinya Yusuf berpesan agar kelompok tani atau kelembagaan petani harus menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian. Menurutnya bahwa permasalahan bahkan kendala selama ini contohnya kebutuhan benih, pupuk, pengendalian hama dan penyakit serta pemasaran dapat diatasi melalui kelompok tani atau kelembagaan tani.

Yusuf mengingatkan bahwa keberhasilan program FE salah satu indikatornya adalah terbentuknya Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dimana melalui BUMP semua kebutuhan petani dapat dipenuhi oleh BUMP, dengan BUMP tidak ada lagi petani yang kesulitan pupuk, modal dan tidak ada lagi petani yang menjual gabah ke pasaran umum melainkan menjadikan beras premium.

Diakhir Wisatani 127 Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati menyampaikan penghargaan setinggi tingginya dan ucapan terimakasih kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Koordinator BPP beserta jajarannya yang telah bekerjasama mensukseskan program FE melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPP Binuang.       

Penulis: Yusuf Rijayanto, MA.
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan