JKM.COM, MELAWI — Sejumlah pekerja emas di Kabupaten Melawi mengeluhkan dugaan adanya oknum wartawan berinisial BI dari salah satu media online yang disebut meminta sejumlah uang kepada para pekerja emas dan ancam dengan pemberitaan.
Keluhan tersebut disampaikan seorang pekerja emas yang meminta identitasnya dirahasiakan saat ditemui sejumlah awak media pada Sabtu, (22/8/2026) siang.
Menurut pengakuannya, BI disebut kerap meminta sejumlah uang kepada para pekerja. Ia bahkan mengklaim, pemberian uang yang tidak sesuai dengan permintaan tersebut dapat memicu penolakan hingga ancaman akan diberitakan.
“Ada oknum wartawan yang inisial BI kepada kami para pekerja. Kalau kami beri tidak sesuai dengan keinginannya, dia menolak bahkan memberitakan kami,” ungkapnya..
Ia mengaku kondisi tersebut membuat para pekerja emas merasa berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, mereka berusaha mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara di sisi lain muncul kekhawatiran akan pemberitaan apabila tidak memenuhi permintaan yang disebutkan tersebut.
“Kami menambang hanya untuk mencari makan. Apalagi ekonomi sedang sulit, lapangan kerja juga susah,” katanya.
Menurut pekerja tersebut, aktivitas yang mereka lakukan merupakan salah satu cara untuk bertahan hidup di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan. Karena itu, ia berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi para pekerja untuk kepentingan tertentu.
Namun demikian, tudingan tersebut masih sebatas pengakuan dari seorang pekerja emas dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang telah terbukti. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan atau klarifikasi dari BI maupun pihak media online yang disebut dalam keluhan tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada BI maupun pihak media terkait untuk memberikan penjelasan atas tudingan tersebut.
Jika terbukti melalui proses verifikasi atau pemeriksaan pihak berwenang, dugaan permintaan uang yang dikaitkan dengan ancaman pemberitaan tentu menjadi persoalan serius karena menyangkut profesionalisme, independensi, dan marwah kerja jurnalistik.













