18 Pimpinan Perusahaan Teguhkan Komitmen Cegah Karhutla, Kapolres Melawi: Jangan Sekadar Tanda Tangan

banner 120x600

JKM.COM, MELAWI — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, diperkuat dengan komitmen bersama antara kepolisian dan perusahaan perkebunan maupun kehutanan.


Kapolres Melawi, AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., memimpin langsung kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan karhutla serta penandatanganan Pakta Integritas bersama 18 pimpinan perusahaan di Aula Tri Brata Polres Melawi, Selasa (1/9/2026).

Penandatanganan pakta integritas tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan kehutanan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta bebas dari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Namun, Kapolres menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan.

«“Kegiatan ini merupakan langkah bersama untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanganan Karhutla. Komitmen yang dituangkan dalam pakta integritas harus benar-benar dilaksanakan, bukan hanya sebatas penandatanganan,” tegas Askhabul Kahfi.»

Dalam pakta integritas itu, perusahaan menyatakan tidak akan menggunakan metode pembakaran dalam pembukaan lahan baru, penyiapan lahan, replanting maupun kegiatan operasional perkebunan lainnya di wilayah konsesi atau kemitraan.

Perusahaan juga diwajibkan memperkuat kesiapsiagaan dengan menyediakan dan memelihara sarana serta prasarana pengendalian karhutla, termasuk sumber air, sumur bor dan embung sesuai standar operasional prosedur serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain sarana, perusahaan berkomitmen membentuk, melatih dan menyiagakan Tim Tanggap Darurat Bencana Kebakaran atau Regu Pemadam Kebakaran (RPK). Tim tersebut harus mampu bergerak cepat ketika ditemukan titik panas maupun kebakaran di dalam atau sekitar wilayah konsesi.

Pemantauan titik panas dan patroli pencegahan juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan. Pemantauan dilakukan setiap hari, sementara patroli dilaksanakan secara berkala terutama di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.

Setiap indikasi maupun kejadian kebakaran juga harus segera dilaporkan kepada instansi berwenang agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Perusahaan turut diminta menyiapkan posko siaga karhutla yang aktif selama 24 jam, terutama saat musim kemarau atau ketika kondisi cuaca ekstrem. Posko tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Manggala Agni dan instansi terkait.

Tak hanya berfokus pada wilayah konsesi, perusahaan juga didorong memberdayakan masyarakat sekitar melalui edukasi mengenai bahaya karhutla serta larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolres Melawi menegaskan, karhutla memiliki dampak luas, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, kualitas udara, aktivitas sosial dan ekonomi serta keberlangsungan ekosistem.

«“Pencegahan harus dilakukan bersama-sama. Jangan menunggu api muncul baru bergerak. Deteksi dini, patroli, kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana harus dipastikan siap, sehingga apabila terjadi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,” ungkapnya.»

Dalam pakta integritas tersebut, perusahaan juga menyatakan kesediaan menerima konsekuensi sesuai ketentuan hukum apabila terbukti secara sengaja atau karena kelalaian melakukan pembiaran yang mengakibatkan terjadinya karhutla di wilayah kerjanya.

Sanksi yang tercantum dapat berupa sanksi administratif, pencabutan izin usaha perkebunan hingga proses hukum secara perdata maupun pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Polres Melawi berharap pakta integritas yang telah ditandatangani 18 perusahaan tersebut benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Kapolres menekankan, pencegahan karhutla tidak boleh menunggu api membesar. Komitmen, kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Polres Melawi juga mengajak masyarakat ikut berperan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi karhutla.


banner 336x280

Tinggalkan Balasan