Hadiri FGD, Wakapolda Kalsel: Kita Tumbuhkan Rasa Cinta Kepada Bangsa Indonesia

banner 120x600

JKM.COM, BANJARMASIN – Wawasan Kebangsaan menjadi pemersatu, menjadi pererat dan tujuan dalam mencapai cita-cita ditengah hiruk pikuk paham radikalisme yang masuk di bumi pertiwi.

Untuk itu, Dalam rangka meminimalisir kegiatan kontra radikal, Divisi Humas Polri  gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan.

Wawasan Kebangsaan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) ini berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Kamis, (22/09).

Giat dibuka langsung oleh Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.Si.turut hadir, Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Turman Sormin Siregar, S.H., S.I.K., Pejabat Utama Polda Kalsel beserta personel Polda dan Polres Jajaran.

Sedangkan dari Tim Div Humas Polri terdiri dari AKBP Erlan Munaji, S.I.K., M.Si. selaku Ketua Tim dengan anggota Iptu Muhammad Rizki Fajar, S.T.K., dan Penda I Fitri Maria S, S.Kom.

Dalam FGD tersebut turut menghadirkan Mohamad Nasir sebagai Narasumber/Pemateri dan Kristian Hendra Wijaya (Wartawan Polri TV).

‘Terorisme Musuh Kita Bersama’ tema yang diangkat dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan kali ini.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.Si. mengatakan Indonesia merupakan Negara majemuk yang memiliki beragam Suku, Agama, Ras dan Budaya. Keberagaman teraebut merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia.

“Mungkin rekan-rekan banyak yang bingung apa itu Wawasan Kebangsaan, Bagaimana caranya kita untuk mencintai Bangsa Indonesia, Bagaimana caranya kita untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Bangsa Indonesia,” ungkap Brigjen Agung seperti yang dikutip di Spripim Kalsel TV pada (27/09/2022).

Menurutnya, makna Wawasan Kebangsaan adalah mengamanatkan kepada seluruh warga Negara untuk menempatkan kesatuan dan persatuan serta kepentingan bangsa di atas kepentingan sendiri atau kelompok tertentu. Selain itu, mengembangkan persatuan Indonesia sehingga bisa mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita bukan untuk berjuang, Tapi kita dituntut untuk mengisi kemerdekaan. Bagaimana caranya? Melalui Polri, Kita abdikan badan kita, usia yang kita miliki, Kita juangkan untuk Institusi Polri,” Paparnya.

Sementara itu Mohamad Nasir Abbas selaku Narasumber/Pemateri menjelaskan secara detail tentang bahaya paham radikalisme.

Menurutnya, doktrin terorisme di Indonesia lebih cenderung mengeksploitasi targetnya melalui ayat suci Al-Qur’an dan memainkan isu-isu Islam garis keras.

“Untuk itu, mari bersama-sama kita rapatkan barisan, tangkal paham radikal dengan rasa cinta kepada Bangsa Indonesia,” ajaknya.

Sumber : SPRIPIM Polda Kalsel
Editor : M.Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan