Peringati Harlah Ke-100 Tahun NU, Pengurus Cabang NU Melawi Gelar Istighosah dan Silaturahmi

banner 120x600

JKM.COM, MELAWI – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) Indonesia Ke 100 tahun, Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Kabupaten Melawi menggelar istighosah dan silaturahmi di sekretariat PC yang terletak komplek stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan Nanga Pinoh pada Sabtu, (31/01/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PC NU Kabupaten Melawi, H. Ropingi, Kasat Binmas Polres Melawi, AKP Tri Jumadi, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat, Prof. Dr. Sukino, Ketua Majlis Dzikir dan sholawat Rijalul Ansor Melawi, Ustadz Fahmi, Kades Sidomulyo, M. Syukur, Pengasuh Pesantren As – Shighor Melawi, Ustadz Muqoyyim dan pengurus PC NU Melawi serta tamu undangan lain.

Dalam kesempatan itu ketua PC NU Melawi, H. Ropingi menyampaikan Tema 100 Tahun NU Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.

“Tema ini sama dengan Tema Hari Santri 2025 yang diharapkan bukan sekadar slogan peringatan Hari Lahir ke-100 NU, melainkan refleksi atas peran historis sekaligus arah perjuangan NU di masa depan,” tutur H. Ropingi.

Saat pengurus cabang NU Melawi gelar istighosah dan silaturahmi di Harlah ke 100 tahun (foto dok jkm.com)

Lanjut Ropingi, sejak didirikan oleh para ulama pejuang pada tahun 1926, NU hadir sebagai penjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, pengawal tradisi keislaman yang moderat, serta benteng persatuan umat dan bangsa.

Ia juga mengatakan dalam lintasan sejarah, NU tidak pernah absen dalam mengawal kemerdekaan Indonesia.

“Dari resolusi jihad 22 Oktober 1945 hingga kontribusi dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, dakwah, sosial, dan kebudayaan, NU selalu berdiri di garda depan menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Ropingi, memasuki satu abad usia NU, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia kian kompleks. Globalisasi, disrupsi teknologi, krisis moral, hingga ancaman disintegrasi sosial menuntut kehadiran organisasi keagamaan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara nilai. Nilai – nilai inilah yang menjadikan NU relevan dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri

“Di Harlah Ke -100 NU bukan hanya momentum perayaan, tetapi juga ruang muhasabah dan konsolidasi. NU diajak untuk meneguhkan kembali khittah perjuangan, memperkuat kemandirian umat, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional,” kata Ropingi.

H. Ropingi juga mengatakan, Satu abad NU adalah bukti bahwa perjuangan berbasis ilmu, akhlak, dan keikhlasan akan melahirkan peradaban. Dengan spirit para muassis dan doa para ulama, NU melangkah ke abad kedua dengan optimisme dan tanggung jawab besar yakni menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang berdaulat, beradab, dan bermartabat, menuju peradaban mulia yang diridhai Allah Swt.

“NU mengawal Indonesia merdeka dan memastikan bahwa kemerdekaan membawa kesejahteraan, keadilan, dan kemuliaan bagi seluruh rakyat,” ujarnya.

Ketua PC NU Kabupaten Melawi pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan peringatan Harlah NU Ke – 100 Tahun.


banner 336x280

Tinggalkan Balasan