JKM.COM, MELAWI – Kapolsek Sokan Ipda Suyono memberikan edukasi kepada pelajar SMA Negeri 1 Sokan, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi dalam program rutin Jumat Curhat Polres Melawi di Sekolah SMA Negeri 1 Sokan pada Jumat, (4/8) pagi.
Edukasi yang dikemas dalam kegiatan diskusi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sokan, Heribertus, dewan guru serta seluruh pelajar SMA Negeri 1 Sokan.
Kapolsek Sokan Ipda Suyono mengatakan bahwa, edukasi ini sengaja diberikan kepada pelajar SMA terkait stunting dan kenakalan remaja serta edukasi pencegahan karhutla.
“Selain ajang silaturahmi Polri dengan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sokan. Kegiatan ini juga memberikan pendidikan langsung kepada generasi muda tentang stunting, kenakalan remaja dan resikonya,” kata Ipda Suyono.
Lanjutnya, sosialisasi karhutla juga disampaikan dalam pertemuan tersebut kepada pelajar. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat di Kecamatan Sokan yang menanam padi dengan ladang berpindah.
“Masih banyak juga masyarakat kita di Kecamatan Sokan yang masih menanam padi dengan Polda ladang berpindah dengan membuka lahan dengan cara ditebas dan dibakar,” ungkapnya.
Suyono berharap dengan sosialisai yang diberikan ini dapat menambah pemahaman kepada pelajar SMA Negeri 1 Sokan tentang stunting, resiko kenakalan remaja dan bahaya karhutla.
“Kepada seluruh unsur masyarakat di Kecamatan Sokan agar mencegah terjadinya karhutla. Awasi anak-anak kita dari pergaulan bebas untuk menghindari pernikahan dini,” imbaunya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sokan, Heribertus mengapresiasi langkah Kapolsek Sokan yang telah melakukan sosialisasi kepada siswa-siswinya.
“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah bapak Kapolsek Sokan yang sudah melakukan sosialisasi di Sekolah kami,” ucap Heribertus.
Heribertus juga berpesan kepada seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Sokan agar bisa mencegah Karhutla serta menghindari pernikahan dini sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.
“Tanggung jawab pendidikan bukan hanya di Sekolah saja. Orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi anak-anaknya. Karena anak-anak lebih banyak waktu di rumah ketimbang di sekolah,” tutupnya.













