KALSEL-JKM | Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta para penyuluh pertanian untuk secara aktif mengawal dan mendampingi petani. Peran penyuluh, menurut Syahrul sangat penting dalam meningkatkan produktivitas petani.
“Sesuai dengan arahan Presiden RI, kita harus menjamin ketersediaan pangan seluruh rakyat Indonesia. Ini berarti kebutuhan makanan 270 juta rakyat Indonesia wajib kita kawal, tidak boleh terganggu sama sekali,”
Peran penyuluh dan fasilitator desa pendamping memang vital dalam pembinaan kepada petani guna memastikan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan, memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BBPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan, Coaching dan optimalisasi peran Penyuluh dan Pendamping perlu dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guna mengoptimalkan kegiatan pembinaan, pengawalan, dan pendampingan kepada petani sampai wilayah pelosok.
Untuk mendukung hal tersebut BBPP Binuang kembali mengadakan Wisatani (Widyaiswara Sapa Kostratani) Sesi 86 dengan tema Peningkatan Kelas Kemampuan Poktan Yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu. Pada kesempatan Rabu, (19/01/22) hari ini BBPP Binuang kembali menyapa sobat wisatani dengan melalui media Zoom Cloud Meeting.
Penilaian kelas kemampuan kelompok tani merupakan salah satu bentuk pembinaan penyuluh pertanian untuk memberikan motivasi kepada kelompoktani agar lebih berprestasi mendukung pencapaian target produktivitas hasil pertanian yang dicanangkan pemerintah pusat maupun daerah, sekaligus mengetahui kelemahan-kelemahannya dari kelompoktani yang mendapat penilaian sehingga treatment yang diberikan pada waktu melakukan pembinaan bisa tepat sasaran.
Dalam pembukaannya Kepala Balai BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si menyampaikan pentingnya pendampingan dan supervisi dari Penyuluh dilapangan untuk mendampingi Poktan dalam menjalankan kegiatan poktannya dan meningkatkan menjadi skala ekonomi.
“Penyuluh mempunyai peran vitas dan strategis dalam mendampingi dan supervisi dalam peningkatan Kelas Kemampuan Poktan, peningkatan kemampuan kelas Poktan diarahkan kepada orientasi kelembagaan ekonomi petani sehingga kelas kelompok dapat meningkat” Ujar Yulia.
Tujuan dari penilaian kelas kemampuan kelompoktani adalah untuk mengetahui keragaman kemampuan kelompok tani dan juga menyediakan bahan perumusan kebijakan dan strategi pemberdayaan petani.
Lebih lanjut Yulia menyampaikan, “Pembinaan penyuluh pertanian untuk memberikan motivasi kepada kelompoktani agar lebih berprestasi mendukung pencapaian target produktivitas hasil pertanian yang dicanangkan pemerintah pusat maupun daerah melalui kemandiriannya” tutupnya.
(Irfan)













