BBPP Binuang BPPSDMP Kementan Gelar Latihan Fungsional Alih Kelompok Penyuluh Pertanian

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang sebagai perpanjangan Tangan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Pertanian Kementerian Pertanian selenggarakan Pelatihan Fungsional Alih Kelompok Bagi Penyuluh Pertanian. 

Pelatihan ini dilaksanakan selama empat belas hari  dari 19 Agustus s.d. 01 September 2022, dan akan dilanjutkan dengan sertifikasi bagi peserta. 

Pelatihan diikuti oleh 29 orang peserta, yang berasal dari wilayah Kalimantan, NTT dan Maluku.  

Pelatihan Alih Kelompok bagi Penyuluh Pertanian merupakan salah satu upaya menjawab tantangan kebutuhan untuk peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi kerja para Penyuluh Pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan kalau kita berbicara tentang pertanian pasti faktor pendukungnya adalah petani dan Penyuluh Pertanian. 

“Penyuluh Pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas hasil pertanian di Indonesia. Penyuluh Pertanian adalah Kopassusnya Kementerian Pertanian,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan agar menjadi sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini makin kompleks.

“Jadilah penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian  Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si yang membuka secara resmi pelatihan menyampaikan bahwa saat ini dunia sesuai dengan peringatan FAO menghadapi krisis pangan.  Presiden Jokowi  menyampaikan setelah COVID, ada yang namanya krisis pangan dunia, banyak negara yang kekurangan pangan.  

Karena itu, Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombak motor penggerak pembangunan pertanian di lapangan harus professional dan mampu mendorong petani untuk lebih produktif. 

“Penyuluh harus dapat menyelesaikan permasalahan pemasaran produk pertanian yang selama ini dikeluhkan sulit dipasarkan.  Melalui kerjasama kemitraan dengan pihak swasta maupun pemerintah,”tambahnya.

“Manfaatkan pelatihan ini untuk menggali pengetahuan dan keterampilan sebanyak-banyaknya untuk bekal di lapangan,”pungkasnya.

Penulis: Adi Widiyanto,SP, MP
Publish: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan