BBPP Kementan RI Siap Sukseskan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Bulan November Mendatang

banner 120x600

JKM. COM, KALSEL – Salah satu agenda Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yakni penyelenggaraan Pelatihan bagi sejuta petani dan penyuluh.

Pelatihan ini dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting yang dibuka secara langsung oleh Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.Si, M.H.

“Karena diketahui bersama pelatihan sejuta petani dan penyuluh ini adalah upaya untuk menghadapi tantangan dunia,” ungkap Syahrul pada Minggu, (9/10).

Setelah sukses menyelenggarakan pelatihan tersebut sebanyak 3 volume di Tahun 2022, Bulan November 2022 BPPSDMP akan melaksanakan kembali pelatihan tersebut dan kali ini Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mendapat amanah sebagai penangung jawab penyelenggara.

Karena kegiatan pelatihan dilakukan secara online dan offline serta akan diikuti oleh sekian banyak peserta dengan jangkauan kesuluruh pelosok tanah air, BBPP Binuang dengan semangat mensukseskan program tersebut melakukan persiapan-persiapannya. Persiapan yang dilakukan yaitu diantaranya adalah melalui rapat persiapan yang membahas calon peserta offline dengan persyaratannya, kurikulum pelatihan, penyusunan modul serta rencana narasumber.

Rapat persiapan yang diikuti oleh para Widyaiswara BBPP Binuang. Dari hasil rapat menghasilkan kesepakatan yang intinya siap mensukseskan penyelenggaraan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh guna tercapainya tujuan pelatihan bagi peserta pelatihan.         

Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr melalui Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si menegaskan, Tema yang diangkat pada voleme kali ini yaitu ‘Kewirausahaan Petani’. Pelatihan ini akan dilaksanakan secara hibrida. untuk kegiatan pelatihan secara offline akan diikuti oleh para petani sebanyak 60 orang.

“Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peserta dalam pengelolaan usahanya dengan kaidah bisnis,” Harap Yulia.

Petani di era sekarang ini harus memandang pertanian adalah sebagai usaha dengan kaidah-kaidah bisnis. Seperti yang sudah diprogramkan bahwa saat ini sudah seharusnya para petani sudah melampaui better farming dan memasuki better business bahkan masuk better living.

Hal itu lah yang menjadikan alasan BBPP Binuang mengangkat tema pelatihan ‘Kewirausahaan Petani’.

Secara teknis para petani kita umumnya sudah menguasai (better Farming) hal ini seiring dengan telah dilakukan pembinaan-pembinaan dan bantuan-bantuan dari Kementerian Pertanian selama ini. Sebagai pengusaha petani tidak cukup menguasai teknis pertanian akan tetapi aspek bisnisnya salah satunya misalnya jiwa wirausaha harus tertanam dan berkembang di diri petani.

Melalui jiwa wirausaha akan tergambarkan tanggung jawab, disiplin, kualitas, berani mengambil resiko dan banyak lagi hal-hal positif lainnya yang ada pada diri seorang wirausaha. Para petani juga harus dapat mengelola keuangan dan memanfaatkan sumber-sumber modal yang tersedia, para petani harus dapat menguasai pemasaran serta dapat melakukan kerjasama kemitraan.

Hal-hal tersebut merupakan sebagian dari materi-materi yang akan dipaparkan pada Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh.

Penulis: Yusuf Rijayanto, MA.
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan