KALSEL-JKM | Mengawali Kick off Tahun 2022 ini, Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang kembali menyatakan komitmennya untuk tetap serius membangun dan mendukung petani milenial untuk terjun langsung di sektor pertanian. Konsistensi BBPP Binuang sepanjang tahun 2021 yang terus memberikan dukungan terhadap petani milenial melalui pelatihan, bimtek, pendampingan maupun kunjungan merupakan wujud nyata BBPP Binuang serius untuk membangun milenial entrepreneur.
Dukungan melalui pelatihan, bimtek, pendampingan maupun kunjungan usaha tani membuktikan keseriusan BBPP Binuang mengupayakan lahirnya petani dan pengusaha muda bidang pertanian. BBPP Binuang juga terus mendukung serta meningkatkan skala usaha di dalam negeri hingga ke pasar mancanegara.
Seperti pada akhir tahun 2021 yang lalu BBPP Binuang telah menggelar 1 angkatan Pelatihan Vokasi Kewirausahaan (Kemitraan dan Pemasaran Hasil Pertanian). Pelatihan tersebut berlangsung selama 3 hari dan peserta yang merupakan petani muda milenial yang berasal dari berbagai Kabupaten dari Provinsi Kalimantan Selatan diantaranya Kabupaten Tapin, Tabalong, Barito Kuala, Kota Baru dan Kabupaten Banjar.
Generasi Milenial dipersiapkan dengan konsep-konsep inovatif dalam hal bisnis dan teknologi, generasi milenial berani mengambil risiko, suka berpetualang dan selalu siap untuk merebut peluang. Pola pikir kewirausahaan mereka begitu kuat sehingga mereka bahkan siap untuk meninggalkan pekerjaan regular, bergaji tinggi dan stabil dan memilih startup yang mereka inginkan. Generasi milenial sangat memungkinkan membantu menciptakan lapangan kerja baru.
Modal pokok yang harus dimiliki kaum milenial jaman now adalah menata niat dan komitmen untuk fokus menggeluti usaha tani, integritas, modal ilmu atau keahlian, mental yang tangguh dan dukungan keluarga.
Widyaiswara bidang Kewirausahaan,Tota Totor Naibaho, SP., M.P menjelaskan ini sangat penting untuk menumbuh kembangkan minat jiwa entrepreneur untuk petani – petani muda atau kaum milenial kita dan berharap mereka bisa melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumberdaya untuk menemukan peluang di sektor pertanian. Modal pokok yang harus dimiliki kaum milenial jaman now adalah menata niat dan komitmen untuk fokus menggeluti usaha tani, integritas, modal ilmu atau keahlian, mental yang tangguh dan dukungan keluarga.
“Untuk memantapkan para petani muda bergelut dalam usaha agribisnis, BBPP Binuang memberikan materi ajar yang inovatif diantaranya membangun Jiwa Entrepreneur, Membangun Kemitraan Usaha, mengembangkan Peluang Usaha dan komunitas usaha, strategi pemasaran pada Business to Business, analisis pasar dan tren, pangsa pasar komoditas pertanian, izin usaha perdagangan dan izin edar barang dan pembiayaan dan Kredit Usaha Rakyat” ungkapnya.
Diharapkan materi pelatihan ini bisa membantu peserta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Untuk membekali peserta persiapan program magang Jepang, peserta juga diberikan materi tentang Pengenalan Budaya dan Bahasa Jepang.
Di akhir sesi wawancara, Widyaiswara Tota Totor Naibaho menambahkan bahwa di era sekarang, kaum milenial ini sudah berada di usia produktif untuk bekerja. Banyak dari antara mereka yang memilih jalan sebagai wirausaha, membangun bisnis dari nol. Hal ini sejalan dengan karakter generasi milenial yang bebas, tidak suka terkekang, kreatif, dan lebih suka mengespresikan diri mereka.
“Ini merupakan potensi besar bagi bangsa ini apabila milenial-milenial bangsa ini dapat membangun sektor pertanian kita dan kita harus mensupport itu. Kaum milenial juga bisa berkompetisi dalam usaha-usaha misalnya bisnis kuliner aneka menu organik, membuka Bisnis startup, membuka kafe atau coffee shop atau jualan online” tutupnya.
(Tota/irfan)













